Menginginkan Suami Berubah Menjadi Yang Terbaik

Lain-lain, 22 Juni 2019

Pertanyaan:

Assalamulaikum pak ust, saya seorang istri dari seorang suami seorang abdi negara, saya sendiri juga bekerja di perusahaan swasta. Sya belum dikarunia seorang anak. Yg ingin sya tanyakan, sudah hampir 2 th ini, sya yg mengatur keuangan suami, Gaji diberikan kesaya seluruhnya. Hanya saja suami sya tdk pernah jujur dalam pengeluaran, setiap hari beliau sya berikan uang 50rb (diluar rokok, makan, dan bensin, jarak tempuh rumah dan tmpt kerja suami skitar 1km). Kalau dihitung2 sehari dgn rokok skitar 80-100rb. Sudah 4 bln ini, suami ditugaskan didaerah timur indonesia. Bulan pertama tdk ada beliau meminta kiriman uang, sya pikir karena sudah ada uang saku mungkin sudah cukup, ternyata tdk untuk bln ke 2,3,4.. kalau sya hitung2 sudah hampir 10jt. Itu sya masih diam, tdk bertanya tanya untuk apa uang itu. Karena sya tau kebutuhan hidup disana mahal. Sya masih percaya, blum lama ini ada yg menghubungi sya menagih hutang suami, yg nominalnya lumayan bagi sya. Sya bingung untuk apa uang sebanyak itu. Sya sudah tanyakan langsung ke suami, tdk ada jawaban pasti. karena selama ini sya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan suami sya. Ternyata salah, akhirnya saya bayar separuh hutangnya. Karena perintah beliau.. sya masih diam, mungkin saat itu Dy khilaf berhutang. Selang 2 hari suami menghubungi sya kembali dan meminta uang, memang nominalnya tdk sbrpa hanya 500rb. Bukan nominal yg sya pertanyakan disini. Untuk apa uang puluhan juta yg sudah Dy hambur2kan.. akhirnya sya menolak memberikan uang yg beliau pinta. Selam itu pula beliau tdk menghubungi sya sudah kurang lebih 5 hari. Sya bertanya tanya apakah sya salah?, Bersikap seperti itu. Karena sya takut beliau bermain judi. Karena sya pernah membayar hutang puluhan juta, klo dihitung hampir 30jt hanya untuk membayar hutang karena judi. Apakah sikap sya disini sebagai istri salah pak ustad, bersikap tegas menginginkan suaminya untuk menjadi pemimpin yg baik dan soleh??, Dan sampai saat ini juga sya sudah coba hub beliau tpi tdk pernah ditanggapi. Bbrpa hari ini sya tdk bisa tidur memikirkan ini semua.. merasa bersalah karena membuat suami marah, disisi lain sya ingin merubah sikap beliau yg buruk untuk menjadi lebih baik lagi... Apa yg harus sya lakukan??

Sebelumnya terima kasih pak ust, smoga pak ust berkenan menjawab pertanyaan sya.. 



-- Yani (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikum salam WarahmatuLLAHI Wabarakaatuh.

Bu Yani yangdirahmati ALLAH SWT.

Dalam Islam yang berkewajiban mencukupi kebutuhan keluarga adalah suami. Istri tidak ada kewajiban untuk itu. Istri boleh membantu meringankan kewajiban suami dan ini terhitung shadaqah baginya.

Jika suami berhutang itupun kewajibannya untuk membayarnya sendiri. Dia tidak berhak memerintahkan istrinya untuk membayarnya apalagi untuk hutang yang istri tidak tahu menahu sama sekali. Kalaupun bila suami kesulitan untuk membayar ia boleh minta tolong dibantu istrinya dan minta keridoannya bukan wajib.

Anda benar-benar jadi istri mulia bisa membantu suami sekarang asal Anda ikhlas. Kebaikan ang Anda lakukan pasti kembali kepada sebagaimana jaminan ALLAH SWT;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

46. Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.

( QS. Fushilat )

Kebaikan dan kemuliaan Anda tidak ALLAH kurangi meskipun suami Anda sedang memperdaya Anda. Bahkan kalau benar suami menzalimi Anda tetapi Anda bershabar maka ganjarannya bertambah tanpa hitungan atau unlimitid sebagaimana janji ALLAH Yang Maha Kaya:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

10. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. ( QS. Az Zumar ).

Kemudian cari waktu yang tepat dan ajak suami untuk mencari solusi permasalahan tanpa ada nada curiga dan menuduh hal yang negatif kepada suami Anda. Sampaikan dengan pilihan kata yang terbaik dan sampaikan dengan nada belas kasih padanya. Selalulah memohon pada ALLAH agar hati suami Anda semakin lembut dan mendapat hidayahNYA.

Semoga dengan kebaikan dan kesabaran Anda ,ALLAH berikan perubahan suasana keluarga yang harmonis dan bahagia.

WaLLAHU a'lam bishshawaab.

 

 



-- Selamet Junaidi