Pernikahan Yang Diganggu Mertua

Lain-lain, 24 Juni 2019

Pertanyaan:

saya sudah menikah dengan istri selama lebih dari 4 tahun dengan dua orang anak. sejak pertama menikah keluarga kami selalu ditekan oleh keluarga istri harus seperti yang mereka mau bahkan sampai satu bulan lamanya kami harus mengunjungi rumah mertua kalo enggak kami bisa disumpah serapahi. sampai akhirnya saya punya pendirian dan gakmau lagi kesana larena diancam sampai saya ga sempet mengurus orang tua saya sendiri. kemudian saat menjelang meningggalnya orang tua laki laki dari istri, keluarga kami disumpah serapahi dan selalu dijelekan keluarga istri karena kami jarang berkunjung karena istri sedang hamil tua dan sering mual2 sangat parah. kemudian setelah meninggal menjadi puncak ketidak harmonisan keluarga kami karena istri di tekan oleh ibunya untuk patuh sama ucapannya dan kalau tidak dikatain durhaka bahkan sampai kalo ada orang sekitar saya diceritakan hal yang tidak baik cenderung fitnah oleh mertua saya. sekarang istri mau pisah karena tidak tahan dengan kekesalan saya sama orang tuanya. bagaimana sikap saya?



-- James Riyanto (Jakarta)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Saudara James Riyanto yang dirahmati ALLAH SWT

Anda bersyukur kepada ALLAH SWT sudah memiliki istri dan dua anak. Pernikahan tidak menghapus ketaatan suami dan istri untuk berbakti kepada orangtua masing-masing. Walaupun tidak akan sama kwalitas ketaatannya dibandingkan ketika belum menikah apalagi sudah punya anak. Seharusnya orang tua harus menyadari hal ini sehingga tidak memaksakan kehendak kepada anaknya.

Menanggapi sikap mertua Anda , apakah istri Anda anak tunggal? Kalau anak tunggal maka Anda harus sangat faham dan lebih bersabar lagi . Melakukan komunikasi dengan lebih lembut dan beberkan dengan terus terang bagaimana kondisi orang tua, kondisi istri dan anak-anak Anda. Sehingga masing-masing punya tingkat saling memahami yang sangat baik. Sehingga semua fihak bisa bersikap bijak dan wajar. Saling menyenangkan dan menguntungkan semua pihak.

Jaga emosi Anda jangan dikuasai amarah kemudian keluar ucapan yang tidak pantas pada mertua Anda sehngga muncul reaksi yang tidak menyenangkan dari istri Anda.

Peganglah jaminan Surga buat Anda dari ALLAH SWT jika Anda mampu membantu mertua Anda dengan tulus dan mudah memaafkan:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

( QS. Albaqrah )

 

Tapi kalau Isrtri Anda punya saudara juga demikian Anda juga memiliki saudara. Bisa melibatkan mereka karena mereka juga punya kewajiban kepada orangtua. In syaa ALLAH ini akan lebih mudah.

WaLLAHU alam bishshawaab.

 



-- Selamet Junaidi