Taubat Dari Dosa Jariyah

Fiqih Muamalah, 2 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Semisal Ada orang yang dulu pernah mengajak maksiat di media sosial, sekarang orang in sudah taubat, masalahnya apakah dosa in masih ngalir atau tidak sedangkan orang orang yang mengikutinya tidak tahu dimana atau Tak bisa dihubungi atau tidak tahu kalu orang itu sudah taubat atau sudah diajak untuk keluar Dari maksiat tapi mereka tetap bermaksiat ?

Saya minta tolong pertanyaan saya dijawab, terima kasih

 

Wassalamu'alaikum wr wb



-- Alif Alaudin (Purwokerto)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Benar, orang yang mengajak untuk berbuat kemaksiatan, maka ia akan berpotensi untuk mendapat dosa secara terus menerus, selama orang yang diajak untuk berbuat kemaksiatan tersebut masih mengerjakan kemasiatan tersebut

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim)

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah: 2)

Imam Nawawi rahimahullah dalam menjelaskan makna hadits tersebut diatas berkata : “Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya. Sedangkan barangsiapa yang memberi petunjuk pada kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengikutinya. Aliran pahala atau dosa tadi didapati baik yang memberi petunjuk pada kebaikan atau kesesatan tersebut yang mengawalinya atau ada yang sudah mencontoh sebelumnya. Begitu pula aliran pahala atau dosa tersebut didapati dari mengajarkan ilmu, ibadah, adab dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim)

Demikian, semoga Allah berkenn untuk senantiasa memberikan petunuk kepada kita sekalian dan berkenan untuk mengampuni dosa-dosa

Wallau a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA