Saudara Sepersusuan


Pertanyaan:

Assalamualaikum, ustadz afwan ijin bertanya

Saudara sepersusuan kan masuknya mahram kita, yg tidak boleh dinikahi.

Apakah perlakuannya boleh sepetti ke keluarga sendiri, contohnya salaman, buka kerudung dan lainnya.

Jazakumullahu khairan



-- Zha (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kemahraman yang disebabkan karena persusuan itu sama hukumnya dengan kemahraman yang disebabkan karena nasab, yang karenanya semua yang diharamkan untuk dilakukan antara saudara se-nasab (saling menikah misalnya), juga haram untuk dlakukan oleh antara saudara karena persesusuan, Dan sebaliknya yang dihalalkan untuk dilakukan antara saudara karena nasab, juga dihalalkan untuk dilakukan antar saudara karena persusuan (saling salaman misalnya, bertemu dengan tidak berhijab)

Yang karenanya pula Setiap wanita yang haram (dinikahi) karena hubungan nasab maka diharamkan pula yang semisalnya karena hubungan persusuan. Mereka adalah para ibu, anak-anak perempuan, saudara-saudara perempuan, amah ()bibi dari ayah), khalah (bibi dari ibu), keponakan perempuan dari saudara laki-laki, dan dari saudara perempuan.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

        يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

“Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena penyusuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain:

الرَّضَاعُ يُحَرِّمُ مَا تُحَرِّمُ الْوِلاَدَةُ

“Penyusuan itu menjadikan haram apa yang haram karena hubungan kelahiran (nasab).” (al-Mughni, 7/87)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA