Apakah Cerai Menjadi Jalan Keluarnya

Pernikahan & Keluarga, 11 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamuaikum pak ustadz.

Saya seorang istri berusia 49 tahun. 25 tahun saya berumah tangga, alhamdulillah Allah mengkaruniai kami 4 orang anak, 2 laki laki dan 2 perempuan. Pasang surut dan asam garam kehidupan rumah tangga sudah kami lewati. Saat ini saya dalam kondisi galau atau bingung. Apakah saya mengajukan cerai / hu'lu atau saya bertahan. 

Ada yang tidak baik dari perilaku suami saya, sering sekali berselingkuh, 25 tahun pernikahan kami selalu diwarnai perselingkuhan itu, ditambah menikah diam diam tapi sudah diceraikan suami. Qadarullah setiap perselingkuhan Allah selalu menunjukkan kepada saya dengan mudahnya.

Efek dari peselingkuhan itu saya sempat 10 tahun yang lalu saya diceraikan suami dengan talak satu, 2 tahun kemudian kami rujuk kembali. Setelah rujuk perselingkuhan tetap terjadi hingga kini saat ini.

Pertanyaan saya dengan kondisi inu apakah saya harus menceraikan suami pak ustadz. Dimana suami sering kali tidak memberikan nafkah bathin kepada saya, tahun 2019 ini saja tidak ada nafkah bathin sama sekali. Kami masih serumah, subhanallah aura rumah kami sangat sangat tidak nyaman, meskipun saya selalu berusaha membuat suasana rumah ceria dan lebih religius. Saat ini hati saya condong untuk berpisah, tapi saya menjadi istri yang tidak dapat mencium wanginya surga.

Mohon nasehat dan saran nya pak ustadz. Jazakillah khairan katsiran 



-- Hamba Allah (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dalam kondisi suami anda sering selingkuh sebagaimana yang anda ceritakan, maka berarti suami anda telah melakukan kemasiatan yang terancam dosa besar, Dan sebagai seorang istri tentu anda berkewajiban untuk mengingatkannya dengan cara yang bijaksana

Dan bila peringatan tersebut sudah anda lakukan dan bahkan sudah sering anda lakukan, tetapi suami anda ternyata tetap tidak berubah dari perselingkuhannya, maka anda perlu melibatkan fihak eksternal, utamanya dari kerabat dekat dan bila diperlukan dari tokoh msyarakat yang mempunyai kapasitas untuk menasehati suami anda

Dan kalau upaya optimal sudah anda lakukan, namun tidak juga bisa merubah suami anda untuk menjadi lebih baik, maka dalam kondisi seperti itu anda mempunyai hak syar'i untuk meminta cerai kepada suami anda, dan in syaaAllah tidak termasuk yang terekena ancaman haram untuk mencium bau surga, karena alasan anda telah memenuhi syarat syar'i

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA