Bisikan Hati Yang Buruk

Fiqih Muamalah, 13 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Ustadz ana ingin bertanya, bagaimana hukumnya jika muncul dalam hati seperti mencela Allah SWT, Agama, Alqur'an Dan lain sbg. Yang itu adalah sebuh kebenaran? Saya merasa tdk tenang akan kata dalam hati ini, saya tidak menginginkannya namun kata kata itu muncul secara refleks dan saya tidak bisa menahannya..

Mohon pencerahannya ustadz..

Semoga Allag swt memberikan Ampunan dan Hidayah kepada saya.

Aamiin ya Rabb.

 

Syukron Ustadz

Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh



-- Rifaldi (Palu)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Lintasan-lintasan buruk yang kadang muncul dalam hati atau fikiran secara tiba-tiba, seperti mencela Allah, mencela Rasulullah atau mencela agama Allah dan sebagainya adalah ganngguan yang sering disebabkan karena bisikan setan, hal tersebut memang in syaa Allah tidak berdosa tetapi wajib untuk kita waspadai dan kita perangi

Dan apabila telah jelas bahwa hal tersebut merupakan bisikan dan keragu-raguan dari setan, maka berjihadlah dan lawanlah. Ketahuilah, sungguh dia tidak akan dapat membuatmu celaka jika engkau menunaikan kewajiban jihad kepadanya dan berpaling dari ajakannya serta tidak lagi tunduk dan mengekor di belakangnya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

 إن الله تجاوز عن أمتي ما وسوست به صدورها ما لم تعمل به أو تتكلم   (متفق عليه)

"Sesungguhnya Allah akan mengampuni umatku keragua-ruguan yang dibisikkan setan di dadanya selama dia tidak mengerjakannya dan mengatakannya." (Muttafaq alaih)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita obat mujarab yang mengandung kesembuhan, yaitu dengan sabdanya, "

فليستعذ بالله ولينته

"Maka berlindunglah kepada Allah, dan sudahilah."

Jika seseorang telah berjihad untuk melawan bisikan tersebut, dan melanjutkan penghambaannya kepada Allah untuk memohon apa yang ada pada-Nya, maka atas kekuasaan Allah, hal itu akan hilang. Maka berpalinglah dari segala bisikan yang mendatangi hatimu dalam masalah ini. Beribadahlah kepada Allah, berdoa dan mengagungkan-Nya. Maka, apa yang dibisikkan selama ini, bukanlah hakikat nyata, akan tetapi hanyalah lintasan pikiran, keragu-raguan yang tidak ada dasarnya.

Upaya-upaya berikut ini seyogyanya dilakukan :

1- Berlindung kepada Allah dan menghentikan sama sekali persangkaan-persangkaan tersebut sebagaimana diperintahkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

2- Berzikir kepada Allah, banyak-banyak baca Al Qur'an dan upaya un tuk senantiasa mengendalikan jiwa agar tidak terus menerus dalam keragu-raguan.

3- Konsentrasi dan sungguh-sungguh dalam ibadah serta beramal untuk menunaikan perintah Allah dan mencari ridhanya. Kapan saja ibadah dilaksanakan dengan fokus, khusyu, dan nyata, maka hal itu akan mengalihkan kita dari bisikan keraguan insya Allah.

4- Banyak berlindung dan berdoa kepada Allah agar anda diberikan keselamatan dalam masalah ini.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA