Cara Menenangkan Jiwa

Lain-lain, 17 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum,  ustadz

Saya selalu di hantui perasaan was was

Karena hati dan otak saya seperti terfikir hal hal tidak seharus nya,  bahkan seperti ada yg menyuruh atau bahkan seperti otak/pikiran saya yg menyuruh hati saya mengucap dlm hati/berpikir kata kata yang untuk merendahkan allah 

Yang mengganggu pikiran saya,  solat,  dan keseharian saya, dan itu hampir terjadi terus menerus

Tapi saya sangat tidak menginginkan hal itu, biasanya setelah berpikir/mengucap kata² itu saya langsung beristighfar atau blg tidak seperti membantah apa yg di ucapkan dlm hati/di pikirkan

Dan setelah itu saya suka kepikiran terus dengan kata2 itu ustadz,  jadi kadang suka terulang kata² itu , dan kadang saya mencoba mengingat apakah kata2 tersebut berasal dari diri saya? 

 Jadi,  apakah itu termasuk murtad/kafir ?

Dan apakah itu berasal dari diri saya?  Tetapi saya sangat tidak menginginkan itu dan benci dgn kata2/kalimat2 itu ustadz

Saya harus bagaimana, agar jiwa dan hati saya tenang?

Bagaimana caranya agar saya tidak terfikir itu lagi?  

Apakah saya haru membaca syahadat lagi?  Atau saya harus bagaimana ustadz 



-- Tiara (Bekasi)

Jawaban:

Waalaumussalaam warahmatuLLahi wabarokaatuh

Saudari Tiara yang dirahmati ALLAH SWT

Semoga Anda selalu dijaga ALLAH Yang Maha Perkasa .

Saudari Tiara tidak murtad yang Anda alami ini adalah  bisikan setan (was was) syetan.  

Yakinlah dengan firman ALLAH SWT dalam surah An Naas:

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) 

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. dari (golongan) jin dan manusia.

 

 

Kemudian perkuat diri anda dengan memenuhi dan lakukan dengan sungguh-sungguh beberapa hal ini untuk menghilangkan pengaruh was-was:

 1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan dari bisikan-bisikan yang muncul. 

 2,  Bersikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya.  

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

 3. Terus hadapi dengan shabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Al-Iz bin Abdus Salam dan ulama lainnya juga menjelaskan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Mereka menyatakan, “Obat penyakit was-was: hendaknya dia meyakini bahwa hal itu adalah godaan setan, dan dia yakin bahwa yang mendatangkan itu adalah iblis, dan dia sedang melawan iblis. Sehingga dia mendapatkan pahala orang yang berjihad. Karena dia sedang memerangi musuh Allah. Jika dia merasa ada keraguan, dia akan segera menghindarinya..”  

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

4.  Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.  Bisa rutin membaca zikir al ma'tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna.

 Yakinlah segala cobaan bisa dilalui, segala rintangan mampu dilewati. Badai pasti berlalu.

Kalau berkenan saya bisa bantu ruqyah lewat hp. Hubungi no 081703379748.

Semoga Anda selalu mendapat perlindungan ALLAH SWT

WaLLAHU a'lam bishshowaab

 



-- Selamet Junaidi