Ingin Hidup Tenang

Lain-lain, 18 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalammualaikum Ustadz,

Ada hal yang masih mengganjal di hati dalam proses pertaubatan saya. Dulu saya pernah mempunyai masa lalu yang buruk, dengan berselingkuh dengan 2 laki-laki. Penyebab saya berselingkuh karena merasa sangat kecewa sekali dengan suami dan rasa sakit hati yang terpendam sejak lama. hingga akhirnya saya terjerumus melakukan perbuatan dosa. Saya telah berusaha mengakhiri dengan yang pertama dengan berpindah tempat kerja, namun karena sikap suami tak kunjung berubah, akhirnya saya terjerumus lagi dengan yang kedua. Namun aib yg pertama tadi diketahui oleh yg kedua. Hingga akhirnya saya tidak tahan karena selalu diancam dan memang berniat ingin bertaubat dan kembali ke suami, saya pun berterusterang kepada suami. karena pria kedua tidak terima saya tinggalkan, dia menceritakan ttg aib saya dengan pria pertama tadi kepada suami. Suami sangat marah besar, dan mendatangi istri dari pria kedua untuk menceritakan tentang perbuatan kami berdua. Namun untuk pria pertama, saya menahannya untuk mendatangi dan menceritakan juga kepada istri dari pria pertama. Sehingga suami masih menyimpan dendam kepada pria tsb. Setelah saya semakin mempelajari ilmu agama,saya takut dengan dosa2 dan aib2 saya tidak dapat diampuni dan ditutupi oleh Alloh SWT walaupun semenjak itu saya telah bertaubat nasuha dan tidak pernah menceritakannya kepada siapapun lagi. disisi lain, hingga sekarang suami juga tidak membantu saya secara dukungan moril dalam perubahan diri saya sehingga saya pun menjadi sangat tertekan,dikarenakan suami masih menyimpan dendam masa lalu. bagaimanakah cara saya supaya hidup lebih baik dan tenang menjalani proses hijrah untuk menjadi baik ini, pak ustadz? Terimakasih.

Wassalamualaikum..



-- Hamba Allah (Madiun)

Jawaban:

Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakaatuh.

Hamba ALLAH yang dirahmati ALLAH SWT.

Tidak semua orang mendapat karunia besar seperti Anda. Sadar dan bertaubat.

Setiap manusia berpotensi untuk berbuat salah,tapi yang terbaik dari mereka yang pernah bebuat salah itu adalah mereka yang mau betaubat. Rasulullah swa bersabda:

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ

Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.(HR. Tirmidzi)

Anda terbaik asal sabar dan bertahan di atas jalan TAUBAT apapun resiko yang anda alami. Bertahanlah tetap dalam nuansa TAUBAT. Butuh waktu dan proses. Termasuk Anda harus maklum dan sabar atas sikap suami.

Agar taubat seseorang diterima oleh Allah, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi,sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kita Riyadhussholihin.

Jika kesahan atau dosa terkait dengan hak Allah,seperti meninggalkan shalat,tidak berpuasa Ramadan dan sebagainya,maka syaratnya ada tiga:

  1. Menghentikan kemaksiatan yang dilakukan
  2. Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukan.
  3. Bertekad untuk tidak akan kembali mengulanginya.

 Anda harus tenangkan hati dengan jaminan pasti dari ALLAH SWT:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. Az Zumar )

WaLLAHU a'lam bishshawaab.

 



-- Selamet Junaidi