Apakah Saya Harus Bertahan Dengannya

Pernikahan & Keluarga, 26 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustad...
Pernikahan saya sdh 16 thn, dikaruniai 2 orang anak berusia 15 thn dan 9 thn.

Dulu saya seorang pekerja kantoran dan 3th ini sdh full jd ibu rumah tangga (2016 akhir saya resign krn tdk ada pembantu u/menjaga anak2 saya)...perjalanan rmh tangga kami, dulu jika suami tdk bekerja (3 bln, 5 bln, 6 bln, 8bln, paling lama pernah sampe 15 bln dia pernah tdk bekerja) saya msh kuat aja dan msh nyaman menjalaninya bersama, tapi pas dia berselingkuh dg seketarisnya di th 2010 bener2 buat hati saya hancur berkeping2 stres&terpukul banget dgn apa yg telah dia perbuat...dulu dia pernah commitment tdk mau bina keluarga spt mama papa atau adiknya pisah krn perselingkuhan, skrg malah dia melakukan itu dipernikahan kami...sedih dan hancur banget hati saya ..saya lgsg mengajukan perceraian, krn anak ke 2 saya msh 9 bln dan anak pertama slalu menanyakan papanya...hati saya luluh dan mencoba memaafkannya dan tdk melanjutkan proses sidang perceraian...ternyata kedepannya menjalani rumah tangga setelah di khianati berat juga, apalagi dia tdk bisa menunjukan perhatian sayang ke saya, ngobrol juga sekedar dan di rmh dia malah cintanya bermain game...u/buat tenang hati dan fikiran saya sholat, ngaji dan berdoa berharap suami bisa berubah dan demi anak2 saya harus kuat...saya sering mengingatkan sholat suami dan supaya mau belajar ngaji..cape,bosan n jengkel juga mengingatkannya..hobbynya juga sangat berpengaruh ke anak2 suka main game yg tdk mengenal waktu (disaat libur kerja mau azan dzuhur, ashar, magrib, isya) tetap ajaa main game, saya kesel lihatnya, main game bisa sampe jam 1 atau 2 malam...klu sholat saya ama anak2 berjamaah seringnya, skrg melihat papanya ga sholat ga ngaji mereka juga ikut2an malas termasuk skrg saya juga terikut...sedih banget rasanya...

Thn 2018 setelah lebaran, ternyata dia ada jalin hubung dgn  mantan pacarnya wktu di sma (saya tau dikasih tau oleh suami dari mantan pacarnya dgn semua bukti2 kedekatan mereka) saya hanya bisa beristiqfar dan menangis lagi...
hati saya mulai ragu utk melanjutkan pernikahan ini, apa yg saya dapatkan di dlm pernikahan ini...saya sdh pernah diselingkuhi, ibadahku semakin rusak , hati dan fikiran tdk tenang menjalani pernikahan ini, ketakutan ntar jika saya tetap bertahan krn anak klu saya tdk menarik sdh tua saya akan di depak olehnya dll...suami saya nangis minta maaf, dia tdk mau berpisah dg saya..dia bilang hubungannya tdk terlalu jauh dg mantannya hy skedar chat n jln tdk spt th 2010...hatiku sakit banget,sedih , saya kira dia sdh insyaf dan bisa jaga perasaanku setelah saya memaafkan akan perselingkuhannya dulu...ada keinginan pisah tapi posisiku skrg  tidak bekerja & saya sdh menemani suami dari tdk punya apa2 sampai posisi krjnya skrg sbg Manager...anak2ku smua tahap sekolah, dulu dia pernah bilang jika saya minta cerai, anak2 jika saya bawa dia tdk akan menafkahi/membiayai sekolah anak2nya, sedangkan saya pingin tetap bersama anak2 dan pingin hak asuh anak pd saya.

apakah saya harus tetap bertahan bersamanya menjalani kehidupan berumah tangga ini??..saya malu dg keluarga saya, dulu mereka kurang setuju saya bersamanya... Di keluarga besar saya tdk ada dlm berumah tangga yg berpisah saya malu u/bercerita ke mereka tentang suami saya.

Saya mohon pencerahannya pak ustad..terima kasih.


 



-- Nia (Bogor)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuh

Bu Nia yang dirahmati ALLAH SWT.

Bersyukurlah kepada ALLAH SWT karena Anda punya potensi iman dan akhlak yang terpuji. Karena Anda tetap berusaha istiqomah dalam ibadah ketika suami Anda sang pemimpin rumahtangga justru sangat lemah semangat ibadahnya. Dan Anda mendorong dan membuka jalan sampai suami Anda jadi manajer. AlhamduliLLAH . Anda harus perkuat keikhlasan hati  dan mujahadah ( sungguh-sungguh ) menjalaninya. Bangkitlah jangan malah terpengaruh dengan kemalasan suami Anda.

Menghadapi sikap selingkuh suami Anda , jadikanlah itu sebagai tantangan agar Anda semakin lebih ikhlas, mujahadah dan tampil semakin menarik di hadapan beliau dengan menjadi istri sholehah. Istri shalehah adalah perhiasan terindah dan termahall dalam keluarga yang akan menutupi keburukan yang dibuat suami.

Ingatlah selalu istri yang bahagia adalah istri yang mampu membuat suaminya bahagia.

Maka fokuslah untuk terus menjadikan diri menjadi istri sholehah sebagaimana sabda RasuluLLAH saw:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu,

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَْءُ، ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417).

Ketika Anda bisa bertahan sebagaimana penjelasan di atas, semoga bisa melunakkan hati suami dalam hidayah ALLAH SWT  sehingga menjadi lembut penuh cinta dan perhatian kepada Anda dan anak-anak.

WaLLAHU a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi