Keluarga

Pernikahan & Keluarga, 28 Juli 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikm..Ust saya ingin bertanya.. 9 tahun saya menjalani pernikahan dg seorg suami yg lahir dlm keadaan yatim (tdk ad ayah) seorg HAFIDZ Qur'an lulusan agama juga. Alhamdulillah dikaruniai 2org putri, 1 org putra. Tapi entah kenapa  beberapa kali beliau melakukan hubungan dg akhwat lewat media sosial yg terkadang itu ngga pantas dilakukan sebagai seorg suami. Beliau ingin sekali poligami. Saya pun tak menolak tp saya butuh persiapan untk it. Dan beliau juga butuh persiapan itu  terkadang sya masih suka dicuekin (tdk diperhatikan tp dikasih nafkah lahir dan batin)  tp akhir2 ini saya semakin sedih.. apa yg harus saya lakukan? 



-- Ummu Aisyah (Jakarta)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH.

Ummu Aisyah yang dirahmati ALLAH SWT.

Jadikanlah setiap kejadian setiap momentum terutama menghadapi keinginan dan sikap suami Anda sebagai pemicu dan pemacu untuk semakin menyempurnakan diri Anda menjadi istri sholehah. Dan proses ini yang Anda nikmati dan membuat senang dan bahagia bukan jadi sedih hati.

Terhiburlah dengan sabda rasuluLLAH saw:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu,

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَْءُ، ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya  bila diperintah akan menaatinya  dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417.

Yakinlah bahwa istri yang bahagia adalah istri yang bisa membuat bahagia suaminya. Karena semua kebaikan Anda kepada suami hakikatnya buat Anda sendiri. Dan apa yang akan terjadi hari esok serahkan kepada ALLAH SWT. Tawakkallah. Jangan dihantui dengan hari esok yang belum terjadi. Fokuslah dan syukurilah hari ini. Kebaian Anda hari ini pasti ada pengaruhnya untuk hari esok. Tenang dan tersenyumlah.

WaLLAHU a'lam bishshawaab.



-- Selamet Junaidi