Was Was Menghina Allah

Lain-lain, 13 Agustus 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb..

Sya ingin mnceritakan masalah yg trjadi pda diri sya dri beberpa bulan lalu. Maaf jika cara penyampaian sya berbelit2 dan smga dimengerti.

Dlu ad satu wktu saat sya sngat suka pda suatu novel online yg isinya punya beberpa tokoh yg sring mngluarkan kata2 yg kurng mengenakkan sprti bahasa kotor dalam bhs inggris dll. Lalu suatu hari sya sring brmimpi buruk, sbnrnya sya sring brmimpi buruk dri sblm sya bgtu mnyukai novel trsebut.

Lalu dalam hti sya sperti ad yg mengatakan bahwa Allah selalu mmbuat sya bermimpi buruk, dan sya jga mngatakan dlam hti sya bahwa jika tokoh dri novel itu yg sring berbicara kotor itu, jika dia dlam posisi sya psti mngatai Allah dngn bcara kotornya. Dan kalimat yg mngatai Alah sprti itu mulai mngisi benak sya, dalam hati sya sllu sprti ad yg brkata demikian, ttpi sya tdk menginginkannya. 

Stiap sya mngingatnya psti dlam hati sya ad yg berkata demikian lgi. Sprti ad yg mmbenci Alah dan mengatakannya trus dalam hati sya tnpa sya menginginkan mngatakan sprti itu. Sya takut apkh sya sdh trmasuk kafir/murtad. 

Berhari2 sya tdk tnang krna trus sja ad yg sperti mnghasut sya dan sya jga tkut smua ibadah sya tdk sah krna dlam hti sya trus sja ad yg sprti itu. Akhirnya sya dpt website ini dan mulai brtnya di konsultasi syariah ini.

Mohon solusinya, sya tdk tahu harus bgmna krna blum tahu psti kebenaran dalam masalah sya.

Wassalamualaikum...

 



-- Amelia (Makassar)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH.

Saudari Amelia yang dirahmati ALLAH SWT.

Sekarang berhenti dulu baca novel tersebut karena bacaan Anda bisa jadi pemicunya.

 Semoga Anda selalu dijaga ALLAH Yang Maha Perkasa 

Saudari Amelia yang Anda alami ini adalah  bisian setan (was was) syetan.  

Yakinlah dengan firman ALLAH SWT dalam surah An Naas:

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) 

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. dari (golongan) jin dan manusia.

 

Kemudian perkuat diri anda dengan memenuhi dan lakukan dengan sungguh-sungguh beberapa hal ini untuk menghilangkan pengaruh was-was:

 1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan dari bisikan-bisikan yang muncul. 

 2,  Bersikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya.  

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

 3. Terus hadapi dengan shabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Al-Iz bin Abdus Salam dan ulama lainnya juga menjelaskan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Mereka menyatakan, “Obat penyakit was-was: hendaknya dia meyakini bahwa hal itu adalah godaan setan, dan dia yakin bahwa yang mendatangkan itu adalah iblis, dan dia sedang melawan iblis. Sehingga dia mendapatkan pahala orang yang berjihad. Karena dia sedang memerangi musuh Allah. Jika dia merasa ada keraguan, dia akan segera menghindarinya..”  

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

4.  Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.  Bisa rutin membaca zikir al ma'tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna.

Sebaiknya Anda juga mendapatkan ruqyah syar'iyah dari seorang Ustadz.

Yakinlah segala cobaan bisa dilalui, segala rintangan mampu dilewati. Badai pasti berlalu.

 

Semoga Anda selalu mendapat perlindungan ALLAH SWT

WaLLAHU a'lam bishshowaab

 

 

 

 



-- Selamet Junaidi