Lintasan Hati

Lain-lain, 18 Agustus 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Pak ustad saya mau bertanya. Begini, kan saya sering baca artikel yang menjelaskan bahwa yang mengolok olok Allah dan rasulnya harus dibunuh.

Lalu bagaimana jika ada seseorang yang dalam hati nya selalu di ganggu dengan perkataaan yang mencela Allah dan Rasulnya padahal dia selalu beriman kepada Allah dan Rasulnya dan dia mendapatkan lintasan hati yang menyakitkan diri dia sendiri. saya suka bingung sendiri pak ustad bagaimana solusi untuk menghilangkannya dikala saya ditanya oleh teman saya seperti itu. Tolong pak uztad, berikan penjelasannya agar saya bisa menjelaskan ini semua kepada teman saya....

Terima kasih sebelumnya.

Mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan, saya hanyalah pemuda yang ingin terus mencari ridha Allah dan jati diri dalam beragama dan pengertiannya dalam agama islam. Agar saya tidak terjerumus dalam kesesatan dan tipu daya setan. Mohon dijawab secepatnya pak uztad karena saya ingin memberi jawaban ini kepada teman saya karena saya dan teman saya sangat membutuhkan jawaban ini

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu



-- Arsy Rochim Shidiq (Karawang)

Jawaban:

Waalaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Saudara Arsy Rochim shidiq yang dirahmati ALLAH SWT.

 Teman Anda itu  kena bisikan   (was was) syetan.  

Berdasarkan  firman ALLAH SWT dalam surah An Naas:

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) 

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

6. dari (golongan) jin dan manusia.

 

Kemudian teman Anda harus memperkuat dirinya  dengan memenuhi dan lakukan dengan sungguh-sungguh beberapa hal ini untuk menghilangkan pengaruh was-was:

 1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan dari bisikan-bisikan yang muncul. 

 2,  Bersikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya.  

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

 3. Terus hadapi dengan shabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Al-Iz bin Abdus Salam dan ulama lainnya juga menjelaskan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Mereka menyatakan, “Obat penyakit was-was: hendaknya dia meyakini bahwa hal itu adalah godaan setan, dan dia yakin bahwa yang mendatangkan itu adalah iblis, dan dia sedang melawan iblis. Sehingga dia mendapatkan pahala orang yang berjihad. Karena dia sedang memerangi musuh Allah. Jika dia merasa ada keraguan, dia akan segera menghindarinya..”  

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

4.  Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.  Bisa rutin membaca zikir al ma'tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna.

Yakinkanlah pada teman Anda segala cobaan bisa dilalui, segala rintangan mampu dilewati. 

 

Semoga Anda selalu mendapat perlindungan ALLAH SWT

WaLLAHU a'lam bishshowaab

 



-- Selamet Junaidi