Memberi Uang Kepada Peminta-minta Yang Masih Sehat

Fiqih Muamalah, 19 Agustus 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, Bagaimana hukumnya memberikan uang kepada peminta-minta yang badannya masih sehat, untuk berdiri masih sanggup, berjalan masih bisa, tidak terlalu tua dan diajak berbicara masih bisa. Hanya saja mata sebelah kirinya agak cacat.

Beliau pernah saya kasih uang, kemudian bulan depannya balik lagi, dan balik lagi. Beliau kalau tidak diberi uang tetap berdiri di depan pintu sampai diberikan uang. Bagaimana itu ustadz?

Mohon pencerahannya.

 



-- Hamba Allah (Medan)

Jawaban:

 Wa'alaikumusslaam wrwb.

Sesungguhnya kita hanya punya tugas menghukumi seseorang sesuai lahiriyah yang kita lihat, karena tak bisa menerawang isi hatinya.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud dari kalimat :

adalah kita hanya dibebani dengan menyikapi seseorang dari lahiriyahnya dan sesuatu yang keluar dari lisannya. Sedangkan hati, itu bukan urusan kita. Kita tidak punya kemampuan menilai isi hati. Cukup nilailah seseorang dari lisannya saja (lahiriyah saja). Jangan tuntut lainnya. 

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka ketika  ada orang yang meminta-minta, dan kita melihat ada celah dari penampilannya atau ucapannya yang menandakan bahwa ia perlu bantuan, maka seyogyanya kita beri sesuai dengan kemampian kita, meskipun dalam kondisi kita yang seperi ini, kita perlu juga selektif dalam memberikan bantuan kepada orang lain, maka ketika ada indikasi kuat yang menjunjukkan bahwa orang meminta minta itu hanyalah berpura-pura butuh bantuan apalagi ada informsi dari orang lain bahwa ia hanyalah berpura-pura miskin, maka semestinya tidak perlu untuk dibantu tetapi dengan cara yang tidak menykitinya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA