Bertahan Atau Tidak

Lain-lain, 26 Agustus 2019

Pertanyaan:

Ass. Wr. Wb. Sya vio 27 th. Saya sudah berumah tangga 5 th. & memiliki 2 anak cwe. Saat ini sya sngt menyimpan tkanan trhdp suami. Sya menikah 5th. lalu d saat sya msh blm lulus kuliah & prnikahan tsb brlgsung krn kakek sya yg ingin mliht sya mnikh dgn pcr sya (skrg yg mjd suami), pdhl sya sudh mngatakan bbrp alsn yg pd intiny pd saat it blm siap tp kakek ttp brsikukuh dgn pndirianny. Hingga pd akhrny sya & ortu menuruti kakek sya tsb utk mnikah. Wktu it umur pcrn sya mnginjak 2th.,lalu menikah. Pd saat awl prnikahan baik² sja, bgtu 2bln kmdn sya uda pindh rmh sndri (yg d siapkn olh ortu sya) mlai mncul (asli) skp suami yg tmpramen.

 

Pd mlm sblm ulth sya pd saat kondisi sya hmil muda sya brntm hebay, smpai ps sya d ksur tb² suami menyeret sya smpai sya jtoh (untung janin sya kuat, jd g smpe kggurn). Stlh bbrp kli ksar spt it lalu sya marh & mnantang crai jk dy tdk brubh, akhrny dy jnji utk brubh. Mmg brubh tdk ksar mnyakiti fsik,tp ttp tmpramen dgn mnykiti hti sya. Stp kli marh pd akhrny sya lbh srg diam, dr pd tmbh rame mslhny. Tp yg sya pling bnci suami klo marh sllu triak bentak² g liat sikon, d tmpt umumpun jg spt it.

Smpe skrgpun tdk bsa mrubah tmpramenny yg spt it, klo marh sk bntak² sya d dpn umum. Pdhl saat ini dy kondisi tdk bkrjapun bknny introspksi,mlh mjd². Suami tdk bkrja jg krn keegoisanny,tdk mau mndgrkn kt² sya yg wktu it mlrang utk klwr dr pkrjaanny krn hrus mnfkahi ank. Akhrny skrg klwrga sya hnya bsa hdup dr bntuan ortu sya & kakak suami (tp kbnykn dr ortu sya). Sya jg brkli² mnta suami utk mmprbaiki ibadahny utk tirakat spy cpt dpt pkrjaan,tp hnya jwb 'iy' sja & tdk dlkukn. Pdhl sya brpkir mskin hrta mgkin cb'an dr Allah, tp jgn smpe mskin iman jg. Spy ad yg sya jdikan panutan,tp tdk spt yg sya hrpkn. Bhkn utk skdr mndi 2x shripun jg ogah²an,smpe ank sya yg blm skul mncntoh stp hriny ogah²an klo d ajk mndi.

ASTAGHFIRULLOOOH..

Lalu sya hrus bgmn?? Rsany sya ingiiin skali brcrai sja. Mohon pncrahanny,thx.



-- Vio (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH.

Bu Vio yang dirahmati ALLAH SWT.

Suami istri itu masing-masing punya kewajiban dalam rumahtangga dan akan dimintai pertanggunganjawab di akhirat.

Semoga dengan Anda memenuhi kewajiban-kewajiban sebagai istri dengan tulus dan sungguh-sungguh akan terjadi pengaruh dan perubahan pada suami Anda. Coba renungkan petunjuk ALLAH SWT ini:

 ”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”

Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.

Tentu ini adalah metafor yang sangat indah dan dalam maknanya. Berikut sedikit penjabarannya:

  1. Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat [QS. Al-A’raf (7): 26].

Begitu pula pasangan kita berfungsi untuk menutup aurat dan aib kita. Suami dan istri harus saling menutupi aib masing-masing. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga maka kekurangan dan kelemahannya akan sangat diketahui oleh pasangannya. Di sinilah seorang suami harus menutupi aib istrinya dan seorang istri juga harus menutupi aib suaminya. Bukan sebaliknya, justru suami atau istri malah menjadi corong informasi yang menyebabkan aib istri atau suami diketahui oleh tetangganya, teman kerjanya, teman arisannya atau rekan bisnisnya. Begitu pula problematika rumah tangga, tidak perlu dibeberkan kepada orang lain. Kecuali manakala tidak mampu menyelesaikannya, maka meminta bantuan pihak ketiga yang terpercaya.

Lazimnya antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.

  1. Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh [QS. An-Nahl (16): 81].

Sebagaimana pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin, istri merupakan pelindung bagi suaminya dari perbuatan zina, begitu pula sebaliknya. Maka hak hubungan biologis ini harus ditunaikan dengan baik oleh masing-masing pasangan.

  1. Pakaian berfungsi sebagai penghias tubuh [QS. Al-A’raf (7): 31].

Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.

Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.

  1. Pakaian menyesuaikan cuaca

Biasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan. Ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis. Tapi kalau udara dingin, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut. Dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya.

  1. Pakaian adalah penghangat tubuh

Sebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan diri dari sifat dingin dan acuh tak acuh.

Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.

Lakukan tugas mulia Anda dengan ikhlas dan penuh kesabaran.

Semoga keluarga semakin terlihat indah dan bahagia.

WaLLAHU a'lam bishshawaab

an Allah Azza Wa Jalla: …هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ… …Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(Q.S al-Baqoroh ayat 187) Interaksi dan muamalah antar suami istri yang baik adalah bagaikan pakaian yang berjalan sebagaimana fungsinya. Di antaranya adalah: 1. Sangat dekat Pakaian adalah melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin. Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya. al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189) 2. Saling membutuhkan Sebagaimana manusia membutuhkan pakaian. Suami butuh kepada istrinya. Istri pun demikian. Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: لِأَنَّ الزَّوْجَ لَا يَسْتَغْنِي عَنْ زَوْجِهِ فَهُوَ لَهَا بِمَنْزِلَةِ اللِّبَاسِ Karena suami membutuhkan istrinya, sebagaimana pakaian (yang dibutuhkan)(Tafsir al-Baqoroh libni Utsaimin) Allah Ta’ala tidak akan memandang dengan pandangan rahmat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya, padahal ia membutuhkannya. لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا، وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ Allah tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dalam keadaan ia masih membutuhkannya (H.R anNasaai, al-Hakim dari Abdullah bin Amr, dishahihkan adz-Dzahabiy dan al-Albaniy) 3. Memberikan kenyamanan dan ketentraman وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا… Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan-Nya), Allah cipakan untuk kalian jenis kalian pasangan, agar kalian merasa tentram kepadanya…(Q.S arRuum ayat 21) Sahabat Nabi Ibnu Abbas menafsirkan makna surat al-Baqoroh ayat 187 di atas (yang menjadi pembahasan utama kita kali ini) dengan penafsiran: هُنَّ سَكَن لَكُمْ، وَأَنْتُمْ سَكَنٌ لَهُنَّ Mereka (para istri) memberikan ketenangan kepada kalian, dan kalian pun memberikan ketenangan kepada mereka (Tafsir atThobariy) 4. Saling menutupi aib/ kekurangan يَا بَنِي آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآَتِكُمْ …(الأعراف :26) Wahai anak Adam, sungguh telah Kami turunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian…(Q.S al-A’raaf ayat 26) Fungsi pakaian adalah menutup aurat. Demikian pula suami dan istri, masing-masing semestinya menutupi aib pasangannya. Tidak mengumbar kekurangan dan aib mereka pada pihak lain. Kecuali pada pihak berwenang yang diperlukan sesuai kebutuhan, misalkan konsultasi penyakit pada dokter, atau konsultasi keadaan agama pasangan pada orang yang berilmu agama. Hanya sesuai kadar yang diperlukan, untuk kemaslahatan. 5. Memperlakukan dengan baik. Setiap orang yang berakal pasti memperlakukan pakaiannya dengan baik. Membersihkannya, merawatnya, dan mengenakan dengan baik. Menghindarkannya dari kotoran atau hal-hal yang bisa membuatnya sobek atau terkoyak. Demikian pula suami dan istri semestinya memperlakukan masing-masing pasangannya dengan baik, sebagaimana ia suka diperlakukan demikan. وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ [البقرة:228] Dan mereka (para istri) berhak mendapatkan perlakuan baik sebagaimana mereka wajib memperlakukan (suami) dengan baik (Q.S al-Baqoroh ayat 228) 6. Saling menjaga dan melindungi Allah Ta’ala menyebutkan di antara fungsi pakaian adalah untuk melindungi dari udara panas (maupun dingin). Ada pula pakaian untuk melindungi dari saat pertempuran. …وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ (النحل :81) Dan Dia (Allah) menjadikan untuk kalian pakaian yang melindungi kalian dari panas dan pakaian yang melindungi kalian saat perang (Q.S anNahl ayat 81) Demikian pula suami istri sebagai pakaian masing-masing, saling melindungi dan menjaga. Jika seorang suami terbunuh karena menjaga istrinya atau keluarganya, ia mati syahid. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: …وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ . ..dan barangsiapa yang terbunuh karena (membela) keluarganya, dia syahid (H.R Ahmad, Abu Dawud, atTirmidzi, dari Said bin Zaid, dishahihkan Syaikh al-Albaniy) Beberapa sifat istri calon penghuni surga di antaranya adalah menyenangkan suami ketika memandangnya, taat ketika diperintah, dan menjaga diri dan harta saat suami tidak berada di dekatnya. خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أُبْصِرَتْ وَ تُطِيْعُكَ إِذَا أُمِرَتْ وَ تَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang menyenangkanmu ketika dipandang, mentaatimu ketika diperintah, dan menjaga diri dan hartamu ketika engkau tidak ada (H.R atThobarony dishahihkan al-Albany dalam Shahihul Jami’) 7. Saling mengarahkan pada ketakwaan Allah Ta’ala menyebut bahwa pakaian terbaik adalah ketakwaan. Karena itu, perjuangan terbaik dalam interaksi suami istri adalah sama-sama membawa diri dan pasangannya untuk bertakwa kepada Allah: menjalankan ketaatan kepada Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Allah Ta’ala berfirman: …وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ …Dan pakaian ketakwaan itu adalah yang terbaik (Q.S al-A’raaf ayat 26)

Sumber Artikel: https://salafy.or.id/blog/2019/03/29/istri-adalah-pakaian-bagi-suami-suami-pakaian-bagi-istri/ | Salafy.or.id
Allah Azza Wa Jalla: …هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ… …Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(Q.S al-Baqoroh ayat 187) Interaksi dan muamalah antar suami istri yang baik adalah bagaikan pakaian yang berjalan sebagaimana fungsinya. Di antaranya adalah: 1. Sangat dekat Pakaian adalah melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin. Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya. al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189) 2. Saling membutuhkan Sebagaimana manusia membutuhkan pakaian. Suami butuh kepada istrinya. Istri pun demikian. Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: لِأَنَّ الزَّوْجَ لَا يَسْتَغْنِي عَنْ زَوْجِهِ فَهُوَ لَهَا بِمَنْزِلَةِ اللِّبَاسِ Karena suami membutuhkan istrinya, sebagaimana pakaian (yang dibutuhkan)(Tafsir al-Baqoroh libni Utsaimin) Allah Ta’ala tidak akan memandang dengan pandangan rahmat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya, padahal ia membutuhkannya. لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا، وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ Allah tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dalam keadaan ia masih membutuhkannya (H.R anNasaai, al-Hakim dari Abdullah bin Amr, dishahihkan adz-Dzahabiy dan al-Albaniy) 3. Memberikan kenyamanan dan ketentraman وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا… Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan-Nya), Allah cipakan untuk kalian jenis kalian pasangan, agar kalian merasa tentram kepadanya…(Q.S arRuum ayat 21) Sahabat Nabi Ibnu Abbas menafsirkan makna surat al-Baqoroh ayat 187 di atas (yang menjadi pembahasan utama kita kali ini) dengan penafsiran: هُنَّ سَكَن لَكُمْ، وَأَنْتُمْ سَكَنٌ لَهُنَّ Mereka (para istri) memberikan ketenangan kepada kalian, dan kalian pun memberikan ketenangan kepada mereka (Tafsir atThobariy) 4. Saling menutupi aib/ kekurangan يَا بَنِي آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآَتِكُمْ …(الأعراف :26) Wahai anak Adam, sungguh telah Kami turunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian…(Q.S al-A’raaf ayat 26) Fungsi pakaian adalah menutup aurat. Demikian pula suami dan istri, masing-masing semestinya menutupi aib pasangannya. Tidak mengumbar kekurangan dan aib mereka pada pihak lain. Kecuali pada pihak berwenang yang diperlukan sesuai kebutuhan, misalkan konsultasi penyakit pada dokter, atau konsultasi keadaan agama pasangan pada orang yang berilmu agama. Hanya sesuai kadar yang diperlukan, untuk kemaslahatan. 5. Memperlakukan dengan baik. Setiap orang yang berakal pasti memperlakukan pakaiannya dengan baik. Membersihkannya, merawatnya, dan mengenakan dengan baik. Menghindarkannya dari kotoran atau hal-hal yang bisa membuatnya sobek atau terkoyak. Demikian pula suami dan istri semestinya memperlakukan masing-masing pasangannya dengan baik, sebagaimana ia suka diperlakukan demikan. وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ [البقرة:228] Dan mereka (para istri) berhak mendapatkan perlakuan baik sebagaimana mereka wajib memperlakukan (suami) dengan baik (Q.S al-Baqoroh ayat 228) 6. Saling menjaga dan melindungi Allah Ta’ala menyebutkan di antara fungsi pakaian adalah untuk melindungi dari udara panas (maupun dingin). Ada pula pakaian untuk melindungi dari saat pertempuran. …وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ (النحل :81) Dan Dia (Allah) menjadikan untuk kalian pakaian yang melindungi kalian dari panas dan pakaian yang melindungi kalian saat perang (Q.S anNahl ayat 81) Demikian pula suami istri sebagai pakaian masing-masing, saling melindungi dan menjaga. Jika seorang suami terbunuh karena menjaga istrinya atau keluarganya, ia mati syahid. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: …وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ . ..dan barangsiapa yang terbunuh karena (membela) keluarganya, dia syahid (H.R Ahmad, Abu Dawud, atTirmidzi, dari Said bin Zaid, dishahihkan Syaikh al-Albaniy) Beberapa sifat istri calon penghuni surga di antaranya adalah menyenangkan suami ketika memandangnya, taat ketika diperintah, dan menjaga diri dan harta saat suami tidak berada di dekatnya. خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أُبْصِرَتْ وَ تُطِيْعُكَ إِذَا أُمِرَتْ وَ تَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang menyenangkanmu ketika dipandang, mentaatimu ketika diperintah, dan menjaga diri dan hartamu ketika engkau tidak ada (H.R atThobarony dishahihkan al-Albany dalam Shahihul Jami’) 7. Saling mengarahkan pada ketakwaan Allah Ta’ala menyebut bahwa pakaian terbaik adalah ketakwaan. Karena itu, perjuangan terbaik dalam interaksi suami istri adalah sama-sama membawa diri dan pasangannya untuk bertakwa kepada Allah: menjalankan ketaatan kepada Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Allah Ta’ala berfirman: …وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ …Dan pakaian ketakwaan itu adalah yang terbaik (Q.S al-A’raaf ayat 26)

Sumber Artikel: https://salafy.or.id/blog/2019/03/29/istri-adalah-pakaian-bagi-suami-suami-pakaian-bagi-istri/ | Salafy.or.id
…هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ… …Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(Q.S al-Baqoroh ayat 187) Interaksi dan muamalah antar suami istri yang baik adalah bagaikan pakaian yang berjalan sebagaimana fungsinya. Di antaranya adalah: 1. Sangat dekat Pakaian adalah melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin. Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya. al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189) 2. Saling membutuhkan Sebagaimana manusia membutuhkan pakaian. Suami butuh kepada istrinya. Istri pun demikian. Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: لِأَنَّ الزَّوْجَ لَا يَسْتَغْنِي عَنْ زَوْجِهِ فَهُوَ لَهَا بِمَنْزِلَةِ اللِّبَاسِ Karena suami membutuhkan istrinya, sebagaimana pakaian (yang dibutuhkan)(Tafsir al-Baqoroh libni Utsaimin) Allah Ta’ala tidak akan memandang dengan pandangan rahmat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya, padahal ia membutuhkannya. لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا، وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ Allah tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dalam keadaan ia masih membutuhkannya (H.R anNasaai, al-Hakim dari Abdullah bin Amr, dishahihkan adz-Dzahabiy dan al-Albaniy) 3. Memberikan kenyamanan dan ketentraman وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا… Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan-Nya), Allah cipakan untuk kalian jenis kalian pasangan, agar kalian merasa tentram kepadanya…(Q.S arRuum ayat 21) Sahabat Nabi Ibnu Abbas menafsirkan makna surat al-Baqoroh ayat 187 di atas (yang menjadi pembahasan utama kita kali ini) dengan penafsiran: هُنَّ سَكَن لَكُمْ، وَأَنْتُمْ سَكَنٌ لَهُنَّ Mereka (para istri) memberikan ketenangan kepada kalian, dan kalian pun memberikan ketenangan kepada mereka (Tafsir atThobariy) 4. Saling menutupi aib/ kekurangan يَا بَنِي آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآَتِكُمْ …(الأعراف :26) Wahai anak Adam, sungguh telah Kami turunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian…(Q.S al-A’raaf ayat 26) Fungsi pakaian adalah menutup aurat. Demikian pula suami dan istri, masing-masing semestinya menutupi aib pasangannya. Tidak mengumbar kekurangan dan aib mereka pada pihak lain. Kecuali pada pihak berwenang yang diperlukan sesuai kebutuhan, misalkan konsultasi penyakit pada dokter, atau konsultasi keadaan agama pasangan pada orang yang berilmu agama. Hanya sesuai kadar yang diperlukan, untuk kemaslahatan. 5. Memperlakukan dengan baik. Setiap orang yang berakal pasti memperlakukan pakaiannya dengan baik. Membersihkannya, merawatnya, dan mengenakan dengan baik. Menghindarkannya dari kotoran atau hal-hal yang bisa membuatnya sobek atau terkoyak. Demikian pula suami dan istri semestinya memperlakukan masing-masing pasangannya dengan baik, sebagaimana ia suka diperlakukan demikan. وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ [البقرة:228] Dan mereka (para istri) berhak mendapatkan perlakuan baik sebagaimana mereka wajib memperlakukan (suami) dengan baik (Q.S al-Baqoroh ayat 228) 6. Saling menjaga dan melindungi Allah Ta’ala menyebutkan di antara fungsi pakaian adalah untuk melindungi dari udara panas (maupun dingin). Ada pula pakaian untuk melindungi dari saat pertempuran. …وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ (النحل :81) Dan Dia (Allah) menjadikan untuk kalian pakaian yang melindungi kalian dari panas dan pakaian yang melindungi kalian saat perang (Q.S anNahl ayat 81) Demikian pula suami istri sebagai pakaian masing-masing, saling melindungi dan menjaga. Jika seorang suami terbunuh karena menjaga istrinya atau keluarganya, ia mati syahid. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: …وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ . ..dan barangsiapa yang terbunuh karena (membela) keluarganya, dia syahid (H.R Ahmad, Abu Dawud, atTirmidzi, dari Said bin Zaid, dishahihkan Syaikh al-Albaniy) Beberapa sifat istri calon penghuni surga di antaranya adalah menyenangkan suami ketika memandangnya, taat ketika diperintah, dan menjaga diri dan harta saat suami tidak berada di dekatnya. خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أُبْصِرَتْ وَ تُطِيْعُكَ إِذَا أُمِرَتْ وَ تَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang menyenangkanmu ketika dipandang, mentaatimu ketika diperintah, dan menjaga diri dan hartamu ketika engkau tidak ada (H.R atThobarony dishahihkan al-Albany dalam Shahihul Jami’) 7. Saling mengarahkan pada ketakwaan Allah Ta’ala menyebut bahwa pakaian terbaik adalah ketakwaan. Karena itu, perjuangan terbaik dalam interaksi suami istri adalah sama-sama membawa diri dan pasangannya untuk bertakwa kepada Allah: menjalankan ketaatan kepada Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Allah Ta’ala berfirman: …وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ …Dan pakaian ketakwaan itu adalah yang terbaik (Q.S al-A’raaf ayat 26)

Sumber Artikel: https://salafy.or.id/blog/2019/03/29/istri-adalah-pakaian-bagi-suami-suami-pakaian-bagi-istri/ | Salafy.or.id


-- Selamet Junaidi