Suami Jenuh Tidak Pernah Dihargai

Lain-lain, 27 Agustus 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad. Saya menikah 10 tahun tinggal gabung dg ayah ibu kandung. Setahun terakhir pernah bertengkar hebat, ayah marah suami  krn sll plg subuh. Saya yg kunci suami diluar buat agar suami mau berubah. Setalh itu hubungan mertua menantu tidak harmonis. Suami pernah ajak pindah rumah saat itu. Tapi saya tak mau krn kedua orang tua minta saya menjaga mereka dlm satu rumah.suami ibadah shalat sangat sulit untuk rutinitas harian.setahun berlalu kami tetap dirumah orang tuaku. Setiqp malam suami keluar rumah pulang subuh. Saya meradakan ada seauatu dalam rumah tangga. Tapi sulit suami berdiskusi.sehingga saya tidak tau apa masalhnya.Singkatnya 2 bulan terakhir suami berubah drastis. Selalu dingin terhadap saya,acuh,selalu ucapkan ingin break. Selalu ucap lelah dan muak dg saya. Ucap sudah tidak ada rasa apa2 dengan saya. Ingin jalani peran sbg ayah dan saya sebagai ibu. Dan tak ingin menyentuh saya danmengganggunya lagi serta berharap banyak pada nya. Sehingga rumah tangga kami bak mati suri. Suami ungkap bahwa slama ini menahan kecewa kibat sikap sya yang tidak menganggapnya imam dirumah,saya selalu merasa paling benar,keras kepala,tidak patuh dan hormat suami ditambah keluarga saya makanya suami mencari pelarian keluar malam setiap hari. Pak ustad.dengan semua kejujuran suami ini saya sadar bahwa saya memang banyak melalaikan tugas sebagai istri dan tidak patuh pada suami.saya mengakui salah saya dan saya ingin memperbaiki keslahan. Tetapi suami sudah tidak mau lagi memberi kesempatan pada saya. Saya tawarkan keluar dari rumah ortu agar bisa mandiri. Suami ingin jalani hidup masing2 jalankan peran oarang tua terhadap 2 anak kami itu saja tidak lebih.saya sudah berusaha minta maaf.suami memaafkan tetapi sikapnya tetap tidak berubah. Saya ingin memperbaiki kesalahan saya untuk rumah tangga saya demi anak2. Suami seperti sdh tidak ingin bersama saya lagi,komunikasi tidak lancar dan suami sudah cerita masalah ini dg ibu kandungnya.mhon bantuan ustad untuk memberi pecerahan langkah apa yang bisa saya lakukan untuk mempertahankan rumah tangga saya. Syukron kasiron.



-- Ati (Jambi)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Bu Ati yang dirahmati ALLAH SWT

Manusia terbaik bukanlah manusia yang merasa tidak punya kesalahan. Tapi manusia terbaik adalah manusia yang sadar akan kesalahannya lantas ia bertaubat:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat” [ HR : Ahmad 198, At Tirmidzi  2499, Ibnu Majah . 4251)

Jaga selalu kesadaran dan semangat taubat Anda untuk tidak mengulagi kasalahan dan semakin kuatkan kesabaran dalam melayani dan mentaati suami. Semoga hati suami luluh dan melunak. 

Bila ketaatan kepada suami dan ibadah kepada ALLAH ditingkatkan kwalitasnya serta perkuat keshabaran, in syaa ALLAH  akan ALLAH datangkan solusi. Seperti janji ALLAH SWT:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
( QS. Al Baqarah )

Sebuah fakta menarik di daerah saya, serang suami yang sering pulang malam dalam keadaan mabuk tiba-tiba bertaubat. Pengakuannya sendiri mengungkapkan penyebab utama sampai dia bertaubat karena  hatinya merasa sangat tersentuh dan sadar adalah setiap kali dia pulang larut malam, ISTRINYA SEDANG SUJUD. Maa syaa ALLAH. Semoga ini bisa jadi insfirasi.

WaLLAHU a'lam bishshawab

 

 


 



-- Selamet Junaidi