Mengenai Sedekah

Fiqih Muamalah, 28 Agustus 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Salam kenal. Puji syukur kehadirat Allah SWT dan Sholawat Salam teruntuk Rasulullah SAW.

Saya laki-laki umur 29 thn, sudah menikah. Saya lahir dari keluarga yang islam yang tidak terlalu mengerti tentang agama. Singkat cerita pada waktu umur 20 an saya memutuskan untuk mengaji ke seorang Gus untuk memperdalam ilmu agama kurang lebih sekitar 1-2 tahun. Mengenai ilmu saya sama sekali tidak meragukan beliau, akan tetapi disisi lain ada hal yang kurang berkenan di hati saya. Beliau sering sekali meminta sedekah (sering memaksa) untuk berbagai keperluan dalam jumlah yang tidak sedikit. 

Sebetulnya saya tidak masalah ketika masih belum menikah dan pada waktu itu memang penghasilan saya masih cukup untuk selalu bersedekah, akan tetapi akhir-akhir ini ketika penghasilan pas-pasan dan saya sudah menikah hal tersebut mulai mengganggu dan saya takut menjadikan niat sedekah saya menjadi tidak ikhlas. Walaupun begitu saya selalu berusaha berbagi kepada orang lain walaupun tidak sebesar jumlah yang sering beliau minta. Ketika saya tidak memiliki uang lebih saya sudah menolak dengan halus akan tetapi selalu dipaksa dan akhirnya saya menggunakan uang untuk kebutuhan hidup untuk beliai. Ingin menjauhi beliau tapi dalam islam dilarang untuk memutus tali silaturahmi disisi lain ketika saya tetap menjaga hubungan hal tersebut akan terus terjadi, 

Mohon nasehatnya Ustadz bagaimana saya menyikapi hal tersebut?

Atas perhatianya

Terima Kasih

Semoga Allah senantiasa membalas semua kebaikan Ustadz

 



-- Nambi (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Benar, memutus silaturrahim hukumnya haram, yang karenanya tetap jalin komunikasi dengan beliau, tetapi dalam hal yang berkaitan ibadah, terlebih ibadah yang sunnah (termasuk shadaqoh), tidak ada seorangpun yang berhak untuk memaksa seseorang, meskipun yang dipaksa itu hartanya berlebih, apalagi pas pasan, terlebih lagi jika yang dipaksa itu kurang, yang apabila harus bersadhaqoh ia akan tidak bisa menutup kewajibannya

Apabila itu tetap dilakukan artinya memaksa orang untuk melakukan ibadah sunnah, sementara yang dipaksa itu tidak ikhlas, maka yang memaksa jadi berdosa dan yang mentaatinyapun juga berdosa, karena ia ber-ibadah dengan tidak memenuhi syarat sahnya ibadah yaitu ikhlas

Berdasarnkan penjelasan tersebut diatas, maka sebaiknya komunikasi dengan beliau tetap dijaga dengan tidak perlu memenuhi permintaannya untuk bersedekah dalam keadaan tidak ikhlas

Demikian, semoga Allah bertkenan untuk memberikan kemudahan, taufi dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA