Suami Tdk Adil Dalam Nafkah

Lain-lain, 1 September 2019

Pertanyaan:

Umur saya 38 th, umur suami 40 th. Kami menikah dg status janda (anak 1) dan duda (anak 2), menikah sdh hampir 4 th. Anak sy ikut dg kami, anak suami tinggal dg mantan istrinya. Sampai skr kami belum dikaruniai keturunan. Suami sy bekerja tdk tetap dan sy seorang PNS. Selama suami tdk bekerja, sy yg membiayai semua kebutuhan RT kami. Ketika suami sy memperoleh penghasilan, dia memberi kpd anaknya, keluarganya, sisanya utk sy, uang itu akan dipakai utk kebutuhan RT kami. Mungkin krn anaknya sering mengeluh kekurangan ke suami sy, wajar krn dia bapaknya.

Pernah suami sy memperoleh 800rb, 400rb utk anaknya 100rb utk kakak laki2nya, 100rb utk bayar hutangnya, 50rb utk pegangannya dan 150rb dikasih sy. Kalau sy keluhkan dia akan menjawab, kita kan msh bs beli beras, krn sy bekerja, sedang anak2nya hidup susah. Tp kalo melihat gaya mantan istrinya yg jalan2 dan makan2 d luar (liat dr FB) sulit dipercaya kalau mrk hidup susah. Kami sj jarang makan di luar krn mau berhemat. Kalo sy bilang begitu, alasannya itu ditraktir teman mantan istrinya. Masak setiap jalan ditraktir terus, rasanya tdk mungkin.

Akhirnya ketika dia gajian dan sy dikasih sisa gaji lg, sy tdk tahan dan melabrak suami sy, sy katakan dia tdk adil, krn menggantungkan hidup pd sy, dan harusnya tdk tinggal di sini lg. Suami sy bilang bulan depan sy yg atur pembagian gajinya, sy tdk mau, krn ketika gajian dia pasti akan berbuat begitu lg, dl dia jg pernah bilang bgitu, tp ketika gajian sy hanya dikasih sisa gajinya. Suami sy awalnya minta waktu 1 bulan lg, br pindah rumah krn uang gajinya tinggal sedikit setelah dibagi2 kpd anak dan keluarganya. Tp krn emosi sy bilang gk perlu nunggu 1 bulan, sebaiknya berangkat sj skr.

Akhirnya dia pergi dan tinggal di mess kantor. Sampai skr dia tdk menghubungi, sy WA tdk dibalas. Sy sebenarnya kasihan dg suami sy, sy msh cinta. Tp sy tidak tahan jg dg perlakuannya yg mengabaikan nafkah kpd sy krn sy bekerja. Sy tdk mengharapkan dia bs cukup menafkahi sy, krn penghasilanny yg tdk tetap dan sedikit, tp sy ingin dia adil dlm nafkah yg sedikit itu. 

Bagaimana seharusnya sy bersikap dlm hal ini??

Terimakasih



-- Feni (Jogja)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH.

Bu Feni  yang dirahmati ALLAH SWT.

Benar , suami itu wajib memenuhi nafkah keluarga, istri dan anaknya . Sekarang suami tidak bisa memenuhinya karena penghasilan yang tidak menentu dan masih kurang. Maka sekarang Anda dan suami harus tafaahum ( saling memahami kondisi ini ). Artinya harus dimanfaatkan nafkah yang kurang ini sesuai dengan kebutuhan bukan kemauan dan pasti ada yang terbengkalai tidak terpenuhi haknya.

Maka seharusnya dibicarakan antar suami istri dengan lapang hati dan sebaik-baiknya agar semua fihak bisa menerima kondisi ini . Dan sebaiknya kondisin kekurangan ini jangan diperparah lagi dengan adalanya sikap saling menyalahkan dan merendahkan. Tapi hendaknya saling menopang dan saling memotivasi dan mensyukuri apa yang ada serta sabar atas kekurangan ini.

Maka sekarang peluang Anda untuk beshodaqoh membantu nafkah keluarga dan lebih bersabar lagi .Semoga dengan kondisi ini justru menambah penghargaan dan kemuliaan dari ALLAH SWT.

Semoga Ekonomi keluarga semakin ALLAH suburkan dan lakukan beberapa hal

a. Banyak beristighfar

b. Bershadaqoh

c. Berdoa di waktu-waktu mustajab

d. Restu dan doa kedua orangtua.

e. Berusaha dengan sungguhsungguh dan oftimis.

WaLLAHU a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi