Pertanyaan

Fiqih Muamalah, 3 September 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum  wr.  Wb Apakah taubat seorang islam akan diterima bila ia pernah mencela Allah dalam perkataannya? Saya dulu  pas smp pernah menghina Allah dalam perkataan. Tapi hati saya tidak ingin. Tidak lama setelah itu hati saya tidak enak. Di dalam hati saya masih banyak pertanyaan.  Apakah saya masih islam atau tidak? 

Dan selain itu juga Saya nggak tahu saya kenapa. Dalam hati saya selalu muncul kalimat2 dan lagu yang menghina Allah dan rasulNya. Bisikan itu selalu mengganggu saya ketika sedang sholat dan wudhu, bahkan di keseharian saya. Bisikan ini seperti kata hati saya. Namun saya tidak menginginkannya. Bisikan itu bisa membisikkan kalimat-kalimat yang sangat parah dan kurangajar bahkan kepada Allah sekalipun.

Dan saya selalu muncul bayangan dan imajinasi yang parah terhadap Allah. Dalam hati saya saya bilang, "ah biarin lah kan Allah Maha Pemaaf. Allah tahu kok aku nggak bermaksud ngomong gitu." lalu ketika saya sedang sholat ada bisikan, "sholat adalah perbuatan sia-sia." Atau "umat Islam bodoh". "Aku menyembah meja itu". "Al-Qur'qn bohong". Saya tidak bermaksud mengucapkan itu ustadz. Apakah saya termasuk meremehkan agama?apakah saya sudah kafir/murtad?dan setelah dulu menghina allah ,apakah saya sekarang  masih bisa di anggap islam jika saya bertaubat? 

mohon solusinya. Wasalamamualaikum

 



-- Dendi (Sukabumi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebesar apapun  dosa seorang hamba Allah, apabila ia benar-benar mau bertaubat kepada Allah dengan sungguh sungguh atas dosa yang telah dilakukan tersebut, maka Allah akan menerima taubatnya (Lihat firman Allah dalam suroh ke-39, ayat ke-53)

Bisikan bisikan buruk yang sering muncul pada diri anda tersebut adalah gangguan, maka sebaiknya anda lawan dengan cara mendekat diri kepada Allah dengan berupaya optimal untuk semakin rajin ibadah dengan benar, kalau diperlukan anda bisa meminta tolong kepada ustadz peruqyah yang biasa meruqyah dengan cara yang benar (syar'i) untuk meminta bimbingannya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a;lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA