Sah Kah Akad Jika Suami Tidak Sholat

Pernikahan & Keluarga, 4 September 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Ustadz.
 
jika ada laki-laki yg dulunya sholat, namun kemudian dia tidak sholat. sampai akad nikah pun dia masih tidak sholat.baru beberapa bulan setelah menikah dia mulai sholat,itupun belum 5 waktu.apakah status pernikahannya tidak sah karena dia tidak sholat? lalu jika dia bertobat kemudian melakukan akad nikah baru,apakah hak talaknya juga ikut baru yaitu 3 kali atau bagaimana Ustadz?
 
Terima kasih sebelumnya.
 
Wassalamu'alaikum.


-- Dimas (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Seorang muslim yang tidak mau melaksanakan shalat fardhu, maka ia telah kafir, murtad, keluar dari Islam. Namun demikian kita wajib menda’wahi-nya (menasehati, mengajak), mudah-mudahan Allah memberi mereka petunjuk, karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir berdasarkan dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah serta pendapat para sahabat dan pandangan yang benar.

Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah tentang orang-orang musyrik.

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِن

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama”.(At-Taubah/9 : 11)

Dalil dari As-Sunnah adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82))

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka jika ada seorang laki-laki muslim tetapi tidak mau shalat, maka hukumnya kafir, yang karenanya tidak boleh untuk menikahi sorang wanita muslimah, Dan jika dia telah menikahi seorang wanita muslimah, maka nikahnya tidak sah secara syar'i dan harus segera untuk dipisahkan

Tetapi kalau laki-laki tersebut bertaubat dan mengerjakan shalat, maka dia boleh untuk menikahi wanita muslimah, dan dia mempunyai hak sebagaimana seorang muslim yang menikah untuk yang pertama kalinya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA