Suami Tidak Memberi Nafkah Batin 4 Bulan Namun Istri Tetap Bertahan

Pernikahan & Keluarga, 8 September 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum, Mau bertanya. Teman saya seorang suami yang menikahi istrinya atas desakan keadaan keluarganya yang mengharuskan dia menikah dengan wanita yang baru di kenal nya atas rekomendasi dari teman sekolahnya. Sampai pernikahan itu terjadi, awalnya berjalan seperti biasa, namun sudah 4 bulanan ini sang suami (teman saya) sudah tidak berhubungan fisik dengan istrinya, komunikasinyapun berantakan, hal ini karna si suami (teman saya) tidak pernah mencintai istri nya, meski selama ini mencoba membuka hatinya, tapi dia tidak bisa. Dia sadar perbuatan nya salah, dia ingin bercerai, tapi istrinya bersikukuh untuk bertahan.

Secara hukum islam bila suami tidak bisa menafkahi istrinya lebih dari 4 bulan, maka sang istri bisa mengajukan ke pengadilan untuk cerai, atau jika suami luluh maka harus menafkahi lahir batin sang istri,

Masalahnya sang suami (teman saya) sudah tidak bisa (saya gak tau apa tidak bisa atau tidak mau) menafkahi istri nya lahir batin.

Pertanyaan saya, sudah 4 bulan lebih kejadian seperti ini terjadi, apa yang harus di lakukan oleh mereka berdua,? komunikasi mereka berantakan, sang suami kekeh ingin berpisah, karna dia merasa pernikahannya bukan atas dasar cinta, tapi sang istri tetap ingin bertahan.

Secara emosi teman saya terlihat tidak bahagia, lebih emosional, dan saya sangat yakin istrinya pun menderita, meski yang saya lihat istrinya menutupinya.

 

 



-- Fathur Rahman (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb. 

Suami istri yang masih terikat dengan akad pernikahan yang sah, maka ada hak dan kewajiban yang mengikat keduanya dan haram bagi keduanya untuk mengsabaikannya

Dari apa yang anda ceritakan, saya melihat kesalahan pertama ada pada suami, yaitu menerima desakan keluarganya untuk menikahi seorang wanita tidak ia sukai yang berakibat terjebak pada perbuatan dosa, yaitu dia tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami yang semestinya harus menjadi pemimpin bagi itrinya dengan menggaulinya dengan cara yang baik, dengan memberikan nafkah lahir dan batin untuk istrinya yang sah

Dan dalam kasus yang anda ceritakan dengan kondisi seperti itu, maka kalau masih bisa diharapkan untuk diperbaiki seyogyanya diupayakan dengan maksimal, kalau diupayakan dengan niat yang benar, insya Allah Allah akan memberian yang terbaik

Tetapi, kalau segala upaya perbaikan sudah diupayakan dan tidak juga memberikan hasil seperti yang diharapkan, maka mungkin cerai bisa menjadi solusi terakhirnya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberian kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a;lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA