Amanat Pembelian & Kesalahan

Fiqih Muamalah, 12 September 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wrwb.

5 bulan yang lalu, saya menginformasikan kepada teman saya bahwa ada tiket pesawat promo dengan harga yg relatif murah trip Jakarta ke luar negeri. Harga tiketnya sekitar Rp 7.7 juta/orang. Pendek kata beberapa teman saya tertarik untuk trip bersama dan saya menawarkan kepada mereka jika ingin segera membeli tiket promo tsb, untuk mengirimkan uangnya (transfer) ke saya, dan saya yang akan membelikan via on-line. 

Ada 15 orang yang mengirimkan uangnya dan saya belikan tiket promo tsb.  Dari 15 orang tsb, ada 3 orang yg merupakan 1 keluarga yaitu seorang teman saya (Ayah) dan kedua anaknya. Ia mengirimkan uangnya juga ke saya dan saya belikan tiket promo tsb.

Pada saat tiket tersebut dipakai pada minggu lalu, salah satu tiket promo atas nama 1 anak ternyata tidak sama dengan dua yang lain (ayah dan 1 anak), sehingga jika mengikuti tiket tsb, 1 anak akan beda flight dan tertinggal di belakang 10 jam.  Teman saya menanyakan ke Saya bagaimana tiket salah satu anaknya bisa beda? Saat itu Saya juga kaget dan malah menyalahkan teman saya tsb karena tidak melakukan cek atas tiket tsb jauh hari setelah dibeli. 

Sang Ayah (teman saya) tsb tidak mau anaknya beda flight dan tertinggal di belakang. sehingga mau tidak mau harus membeli tiket pengganti utk 1 anak tsb dengan harga yang lebih mahal (Rp 11 juta).  Karena tidak mau bertengkar di Bandara (saat check in), teman saya tsb langsung membayar tiket pengganti yg lebih mahal tsb agar anaknya bisa satu flight.

Pertanyaan:

Sebagai orang yg melakukan eksekusi pembelian tiket tsb  5 bulan yang lalu, apakah Saya ikut bertanggung jawab untuk mengganti biaya tiket pengganti untuk anak teman saya tsb? Ataukah memang itu diluar tanggungjawab saya.

Mohon jawabannya, karena ini menjadi pikiran saya karena saya khawatir saya telah menzolimi teman saya tsb (karena telah melakukan kesalahan saat pembelian). 

Di satu sisi, saya juga merasa bersalah tidak teliti saat melakukan pembelian tiket untuk salah satu anaknya, hingga salah jadwal flight. 

Mohon nasihatnya. Jazzakumulloh khoiron

Wassalamualaikum wrwb.

 

 

 



-- Sriyono Pujokesumo (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb. Ya jika terjadinya kesalahan yang berakibat beda tiket tersebut memang karena adanya unsur keteledoran dari Anda, maka betapapun Anda memang tetap ikut bertanggung jawab atau punya bagian andil tanggung jawab. Dan bentuk, porsi serta kadar tanggung jawab disini, tentu sesuai bentuk, porsi dan kadar kesalahan dan keteledoran yang terjadi.

Maka sebaiknya segera dilakukan saja komunikasi yang baik dengan teman tersebut, dan dibincangkan segala sesuatunya secara baik dengan penuh kekeluargaan.

Semoga Allah memberi opsi solusi terbaik. Amin.

 



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA