Tentang Hukum Talak

Fiqih Muamalah, 14 September 2019

Pertanyaan:

Assalammu'laikum.ustad. maaf saya mau curhat. ini maslah talak. apa hukum klo sesudah ditalak 2 melakukan hubungan/bersetebuh sama suami.



-- Sri Di Kediri Jatim (Kediri Jatim)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Ya dengan terjadinya hubungan suami istri setelah jatuhnya talak raj'i (talak yang masih memungkinkan terjadinya rujuk, yakni talak 1 dan 2), maka secara otomatis berarti Anda dan suami telah rujuk sebagai suami istri sah kembali. (Lihat: QS. Al-Baqarah: 229).

Tapi jika setelahnya terjadi talak lagi yang berarti merupakan talak ke-3, maka jenis talaknya sudah bukan raj'i lagi, melainkan merupakan talak bain. Yakni talak yang dengannya telah tertutup peluang rujuk lagi bagi suami dan istri bersangkutan. Sehingga jika sampai terjadi hubungan sesudah talak ketiga tersebut, maka hukumnya sudah merupakan zina yang haram.

Sedangkan jika keduanya ingin kembali sebagai suami istri, sesudah jatuhnya talak ke-3 tersebut, maka ada dua syaratnya yang harus dipenuhi: pertama: menunggu sampai habis masa iddah sang mantan istri; dan kedua: si istri telah dinikahi oleh lelaki lain lalu diceraikan olehnya dengan proses (baik pernikahan maupun perceraian) yang normal atau alami, alias tanpa adanya rekayasa. (lihat: QS. Al Baqarah: 230).

Jadi, karena sudah punya "simpanan" dua talak, maka Anda berdua, khususnya suami, harus lebih berhati-hati. Jangan sampai mudah mengucapkan kata talak lagi, agar tidak dihadapkan pada konsekuensi dari talak bain.

Demikian dari kami, semoga bermanfaat.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA