Bertahan Dalam Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 24 September 2019

Pertanyaan:

Asalamualaikum Pak Ustad. saya sekarang sedang menghadapi masalah yang sangat rumit dalam rumah tangga, dan suami saya ingin kita berpisah namun saya tetap ingin bertahan karena kami sudah dikaruniai dua anak yaitu perempuan (6 tahun) dan laki2 (2 tahun). Masalah ini sebenarnya terjadi di tahun 2016 dan d awal 2017 sudah kami selesaikan secara baik2. Saya pikir masalah kami sudah clear ternyata dy masih menyimpan rasa sakit hati dengan saya karena dy sudah menuduh saya berselingkuh dengan pria lain. Saya sudah jelaskan bahwa tidak ada pria lain tapi dy tidak percaya sehingga dy memendam sakit hatinya ini selama 2 tahun dan akhirnya pada tanggal 10 Agustus 2019 dy berkata pada saya bahwa kami sudah tidak bisa bersama lagi. Apakah dengan seperti itu sudah jatuh talak karena setelah dy berkata seperti itu dy sama sekali tidak menyentuh saya. Dan apakah saya sudah memasuki masa iddah? Sampai sekarang dy masih ingin berpisah tetapi saya masih ingin bertahan. Mohon bimbingannya Pak ustad, terima kasih. 

Wassalamualaikum .



-- Anonymous (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kalimat yang keluar dari lisan suami anda : "kami sudah tidak bisa bersama lagi.", itu disebut dengan kinayah (semacam sindiran), yang hukum jatuh cerai atau tidaknya akan ditentukan oleh niat suami saat ia mengucapkannya

Oleh karena itu, sebaiknya anda minta konfirmasi kepada suami anda perihal niatnya saat ia mengucapkan kalimat kinayah tersebut, Apabila disertai niat talak saat suami mengucapkannya, maka sejak waktu tersebut sudah dianggap talak satu, Tetapi apabila tidak disertai niat talak, maka tidak jatuh hukum talak, yang berarti anda dan suami masih berstatus sebagai suami istri

Demikian, semoga ASllah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA