Sesuatu Yang Membuat Depresi

Aqidah, 7 Oktober 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb..

Saya ingin mnceritakan masalah yang terjadi pada diri saya dari beberpa bulan lalu. Maaf jika cara penyampaian saya berbelit2 dan semoga dimengerti.

Dulu ada satu waktu saat saya sngat suka pada suatu novel online yg isinya punya beberpa tokoh yg sring mengeluarkan kata2 yang kurang mengenakkan seperti bahasa kotor dalam bhs inggris dll. Lalu suatu hari saya sering bermimpi buruk, sebenarnya saya sering bermimpi buruk dari sebelum saya begitu menyukai novel tersebut.

Lalu dalam hati saya seperti ada yang mengatakan bahwa Allah selalu membuat saya bermimpi buruk, dan saya juga mengatakan dalam hati saya bahwa jika tokoh dri novel itu yg sring berbicara kotor itu, jika dia dalam posisi saya pasti mengatai Allah dngn bcara kotornya, lalu saya merasa bahwa wktu hal itu terjadi, sya sperti menyetujui hal tersebut. Dan  kalimat yg mngatai Alah sprti itu mulai mngisi benak sya, dalam hati sya sllu sprti ad yg brkata demikian, ttpi sya tdk menginginkannya. 

Stiap sya mngingatnya psti dlam hati sya ad yg berkata demikian lgi. Sprti ad yg mmbenci Alah dan mengatakannya trus dalam hati sya tnpa sya menginginkan mngatakan sprti itu. Sya takut Allah tdk akan memaafkan orng sprti sya.

Berhari2 sya tdk tnang krna trus sja ad yg sperti mnghasut sya dan sya jga tkut smua ibadah sya tdk sah krna dlam hti sya trus sja ad yg sprti itu. Dan sya sllu merasa bhwa Allah pasti murka pda sya. Saya tkut skli klo sya tdk dalam rahmat Alah lgi. Sya merasa sngat depresi, apakah Allah akan mengampuni sya.

Sya jga tdk tau hrus berkonsultasi dengan siapa, maka dri itu sya bertnya di konsultasi syariah ini. 

Mohon jawabannyaa ustadz, sya tkut skli 

Wassalamualaikum wr. wb.



-- Lia (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Dari kisah yang disampaiakan ,ada beberapa poin yang perlu mendapatkan tanggapan dan penjelasan.

Yang pertama tentang mimpi buruk.

Bermimpi akan dialami hampir semua orang. Mimpi itu ada tiga macam: sabda rasulullah saw “Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (Bukhari dan Muslim)

Mimpi buruk itu dari setan. Rasulullah bersabda:

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR Muslim)

maka agar supaya terlindung dari godaan setan saat tidur, hendaknya sebelum tidur menunaikan adab-adabnya,yaitu:

  1. Berwudlu sebelum tidur.
  2. Berbaring pada sisi kanan.
  3. Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat al ikhlas,al falaq dan annas ,masing-masing satu kali, lalu diusapkan kedua tanganya ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala,wajah ,tubuh bagian depan dan seterusnya.
  4. Membaca ayat kursi
  5. Membaca doa sebelum tidur

Semoga dengan melakukan adab-adab diatas tidak lagi mimpi buruk.

Yang kedua tentang su’usdzon kepada Allah.

Berburuk sangka kepada Allah, dengan membuat dugaan bahwa Allahlah yang membuat mimpi-mimpi buruk itu, membuat sangkaan yang tidak baik kepada Allah tercela dan terlarang. Allah berfirman:

“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (Al-Fath: 6)

jika selama ini muncul prasangka buruk kepada Allah dalam hati, maka harus ditepis dan dibuang jauh-jauh. Bisa jadi itu hanya permainan setan untuk menggelincirkan manusia. Diperbanyak membaca istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah swt.

Yang ketiga adalah ada dorongan dalam hati untuk membenci Allah,meskipun sebenarnya tidak dikehendaki.

Ada pergualatan kebenaran dan kebatilan dalam hati,satu sisi mendorong untuk membenci Allah, dan sisi lain berusaha menolak dan mengingkarinya. Dalam kondisi seperti itu yang harus dilakukan adalah menguatkan sisi baiknya,dengan menguatkan iman dengan cara memperbanyak ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bisa kuat,bisa lemah,bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan berkurang dengan kemaksiatan kepadaNya. Wallah alam.



-- Amin Syukroni, Lc