Ketidak Jujuran

Lain-lain, 15 Oktober 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum ustadz..

Mohon bimbingannya, saya baru 6 bln menikah.. Tapi sdah merasakan banyak coba'an.

Ustad.. Suami saya tdk pernah memakai cin" nikah, tidak pernah memposting fto berdua kami di sosial medianya, dia sellu membawa kemanapun hpnya bhkan saat tdur.. Tdak pernah saya mmang hpnya dan tdk tahu pswordnya.

Suami juga stlh plg kerja brgkat kerja lagi sbagai DJ dan berasalan mencari uang tambahan, untuk menafkahi ibunya yg janda dan kakak perempuannya janda dg 3org anak.

Awalnya sy sllu percaya.. Tp akhirnya saya melihat video suami saya brsama perempuan lain d dalam club dengan kondisi gelap dan hingar bingar musik..

Saya merasa dia mnyelingkuhi saya.. Saya tanya dia tidak mengaku.. Dan skr saya pulang k orangtua saya, ustad apakah saya harus percaya dg suami saya.. Sedangkan buktinya dia brsama prmpuan lain.

Mohon jawaban nya untuk msalah ini..

Terimakasih



-- Nydy (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarokaatuH.

SaudarI Nidy yang dirahmati ALLAH SWT.

Pernikahan Anda tergolong sangat muda sekali. Setiap keluarga pasti akan melalui berbagai problem dalam perjalanannya. Tidak ada keluarga tanpa masalah.

Karena itu suami istri dalam Islam seperti pakaian sebagaimana firman ALLAH SWT dalam surah Al Baqarah 187 :

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ 

 .......mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka...........

Maknanya adalah:

Pertama, sebagai bentuk kedekatan pasangan. Pasangan suami istri diibaratkan seperti pakaian dari sisi kedekatannya. Pakaian selalu menempel dengan kulit. Tidak ada jarak yang memisahkan keduanya. Maka dalam rumah tangga seharusnya ada rasa saling percaya, transparansi, tanggung jawab, dan saling setia.

Kedua, saling merangkul. Sebagaimana umumnya, merangkul adalah aktivitas yang menunjukkan adanya rasa sayang, memiliki, bahagia, suka, dan tempat bersandar. Begitulah semestinya pasangan suami istri. Ada rindu jika jauh, ada kedamaian jika berada di sisi. Mereka adalah dua insan yang saling menghangatkan baik di kala suka maupun duka. Tempat bersandar di tengah kesedihan yang melanda. 

Ketiga, saling membutuhkan. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa dalam rumah tangga ada hak dan kewajiban. Keduanya harus memiliki sikap responsif terhadap pasangan. Dalam hal ini pasangan suami istri berperan sebagai partner dalam menjalani kehidupan. Saling membantu, saling menopang, saling meringankan dan sebagainya.

 Makna pakaian bagi pasangan suami istri yaitu saling menutupi keburukan di antara keduanya .Pasangan suami istri tidak boleh membeberkan keburukan masing-masing kepada orang lain. Bahkan kepada orang tua sendiri.   Di antara salah satu sebab gagalnya rumah tangga adalah pasangan yang belum mencapai kedewasaan dalam menghadapi masalah rumah tangganya. Setiap kali ada masalah cerita kepada orang tuanya, sehingga menjadikan masalah justru semakin bercabang. Belum lagi jika kedua belah pihak keluarga saling menyalahkan satu sama lainnya. Permasalahan semakin kompleks ketika tumpang tindih dengan persoalan lain seperti kurangnya penerimaan pasangan atas kondisi ekonomi yang pas-pasan, perselingkuhan, dan lainnya.

Nah idealnya sebelum pernikahan ,, calon suami istri harus memahami benar prinsip-prinsip ini.  

Semoga dengan penjelasan ini masing-masig pihak mendorong diri terutama Anda untuk menjadi pakaiaan bagi suami . Apalagi pekerjaan suami Anda di tempat seperti itu. Semoga dengan kesabaran dan ketulusan Anda menjalan tugas sebagai istri akan berbuah keberkahan dan kedamaian dari ALLAH SWT.

WaLLAHU a'lam bishshawaab

 



-- Selamet Junaidi