Waktu Pernikahan Yang Selalu Diundur

Lain-lain, 5 November 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum, Wr. Wb, Ustadz.

Saya seorang wanita, saat ini umur saya 23 tahun. Saya sudah bekerja, dan sedang mencoba memulai lagi usaha kuliner yang sudah saya tekuni sejak 2018.

Singkat cerita saya tidak terlalu dekat dengan Ayah saya, dan laki-laki di rumah saya juga hanya Ayah saya. Teringat dulu Ibu saya bercerita, bahwa saat saya aqiqah pun ayah saya tidak di rumah karena pergi bersama teman-temannya ada touring jeep. Tetapi saya tidak menyadari bahwa saya tidak dekat dengan ayah saya sampai masuk SMA.

Sepengetahuan saya saat ini, karena tidak dekat dengan Ayah saya, saya selalu mencari sosok penggantinya, dan sejak SMP saya tidak pernah bisa sendiri (harus memiliki pacar), dan baru saya mengerti sekarang kenapa hal itu terjadi, karena dulu saya juga heran kenapa saya selalu butuh laki-laki.

Singkatnya saat ini saya sudah memiliki calon yang rencananya akan lamaran akhir tahun nanti. Saya sempat diberi syarat oleh ibu saya sebelumnya, kalau saya atau pacar saya tidak ada yg mau bekerja kantoran, kita harus menunggu sampai usaha kita masing-masing memang bisa jalan. Akhirnya saya mengalah dan sudah beberapa bulan ini saya bekerja kantoran. 

Seharusnya sesuai jadwal saya dan calon saya akan menikah di bulan februari 2021. Tetapi, kemarin tiba-tiba ibu saya meminta saya untuk menunda lagi, karena ia pikir terlalu terburu-buru, dan ia mengatakan bahwa pernikahan tidak menyelesaikan masalah. Saya memahami betul hal itu, dan bisa saya jamin saya tidak terburu-buru, karena calon mertua saya malah sempat mengajak untuk desember akhir tahun ini yang dijadwalkan untuk lamaran sekalian saja akad dahulu. Tetapi saya tolak, karena saya sendiri merasa masih perlu banyak belajar dan belum siap lahir batin ? Berarti saya masih berfikir secara rasional bukan ?

Alasan ibu saya selalu tahun 2020 nanti kedua adek saya ujian sekolah, satunya SD mau masuk ke SMP satunya lagi SMA mau masuk kuliah. Setahu saya, permasalahan sekolah dan kuliah akan beres di bulan Septemer 2020, berarti untuk persiapan pernikahan lumayan lama jaraknya. Dan saya pun berulang kali mengatakan kalau masalah materinya, yasudah akad dulu saja. 

Jadi saya bingung bagaimana menanggapinya, karena ibu saya jujur saja saat kemarin saya usaha kuliner pun doanya ingin saya kerja. Bisa saya katakan doanya harus sesuai dengan mau beliau, padahal saya yakin doa orangtua berpengaruh sekali, sampai pernah saya bilang, "Ma, kalau doain aku minta dikasih aja yang terbaik, mama tu dukung aku, selagi masih positif". Bagaimana ya Ustad ? Karena saya rasa ini jatuhnya sudah menundanya ya karena belum ingin saya menikah aja, bukan karena alasan tertentu.

Sempet ayah dan ibu menyinggung, "harusnya dulu aja jendral ngajak besanan kita tolak garagara kamu dah punya pilihan sendiri, kita nggak lihat fisiknya juga, blablabla", tapi saya herannya kalau memang ikhlas saya memilih pilihan saya sendiri, hal itu dibahas terus-terusan. Toh, calon saya sudah kerja, sudah ada usaha juga. Saya mau usaha pun dibantu tenaga dan materinya. Unutk seserahan lamaran pun menyesuaikan permintaan Ibu saya, yang saya rasa kalau saya sendiri yang meminta dengan naluri saya, saya nggak minta sebanyak itu. 

Bagaimana ya Ustad saya harus menghadapinya ?

Terimakasih.

Wassalamualaikum, Wr.Wb.



-- Rani (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam warahmatuLLAHI wabarakatuH.

Saudari Saraswatikusuma yang dirahmati ALLAH SWT.

Ada saja godaan yang menghalangi pernikahan padahal kedua belah pihak sudah pihak. Diantara godaannya adalah ragu-ragu. Ragu-ragu ini muncul bisa dari bisikan syetan atau dari diri sendiri karena ini hal pertama yang akan dialami orangtua Anda.

Anda sudah kooperatif dengan orangtua Anda dan beliau tidak meragukan kesiapan Anda.

Nampakknya beliau berdua masih ada sedikit kurang mantap dengan calon suami Anda. Maka sekarang bukan Anda yang sibuk melobi orangtua tapi calon suami dan orangtuanya harus kooperatif membicarakan pernikahan ini. Sehingga kalau dari pihak calon suami bisa menunjukkan kesiapan yang mamtap bahkan ikut menaggung biaya pernikan. Kemungkinan orangtua Anda akan lebih mantap menetapkan hari H Anda.

Jadi tolong sampaikan hali ini kepada pihak keluarga calon suami Anda agar mereka  lebih memahami situasi ini dan ikut mencari jalan keluarnya.

Semoga ALLAH SWT memudahkan dan melancarkan pernikahan Anda dan menadi keluarga sakinah.

WaLLAHU alam bishshawab 

 



-- Selamet Junaidi