Pernikahan

Lain-lain, 6 November 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ustadz,

Saya mohon ijin untuk menanyakan hal mengenai pernikahan,

Bagaimana Islam memandang primbon Jawa atau primbon yang dianut masyarakat lainnya yang berdasarkan adat istiadat nya?

Ini pengalaman pribadi, saya ingin menikah dengan laki-laki pilihan saya, dan laki-laki tersebut juga ingin menikah dengan saya. Kami memiliki komitmen untuk sama2 mengikuti ajaran Islam dan mengikhlaskan semua takdir hanya kepada Allah saja. Karena calon laki laki pilihan saya adalah lulusan dari salah satu pondok pesantren, Alhamdulillah sedikit banyak menguasai beberapa ilmu tentang Islam. Sedangkan saya lulusan sekolah biasa yang ingin mempelajari Islam lebih banyak lagi. Kami sepakat sama2 ingin mencari ridho Allah SWT. Namun orang tua kami agak sedikit khawatir mengenai pasangan hidup yang kami pilih. Karena berdasarkan pertimbangan perhitungan masing2 adat, yaitu antara mati dan rezeki yang sedikit. Sehingga memutuskan untuk kami mengulur waktu untuk dapat pengalaman dan pengajaran yang lebih agar memiliki sudut pandang yang luar atau dalam artian memberikan waktu proses kepada kami untuk mendewasakan diri. Umur kami terpaut satu tahun, sekarang saya usia 24 dan pihak laki2 usia 23 tahun. Perlu diketahui juga bahwa orang tua kami sudah sama2 mengenal saya, dan orang tua saya sudah mengenal calon saya, namun kedua orang tua kami diragukan hal tersebut. Bagaimana saran ustadz terkait masalah yang saya hadapi? 



-- Rina (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaium salam warahmatuLLAHI wabaraaatuH

Saudari Rina ang dirahmati ALLAH SWT.

Semoga keinginan mulia Anda dimudahkan ALLAH SWT jadi kenyataan. Bersabarlah. Ikuti saja apa ang diinginkan kedua orangtua Anda. Karena mereka tidak menolak tapi menunda. Sekarang curi hati dan perhatian mereka dengan pendekatan yang lebih lembut dan penghormatan yang lebih mendalam. Jangan mempermasalah dan membicarakan masalah primbon yang jadi pegangan beliau. Walau dalam Islam masalah mati dan rizqi mutlak menurut ilmu dan kuasa ALLAH SWT. 

Ikuti kehendak beliau asal Anda tidak mempercayai primbon tersebut tapi karena hormat pada beliau. Semoga dengan kesabaran Anda berdua akan tiba saatnya hari H itu lebih indah dan amat pesona in syaa ALLAH.

WaLLAHU a'lam bishshowab

 



-- Selamet Junaidi