Mimpi Semangka

Lain-lain, 2 Desember 2019

Pertanyaan:

Saya eka wanita sudah menikah ingin bertanya

Kemarin malam saya bermimpi membeli semangka sampai berjalan cukup jauh tapi tidak dapat karena pedagang tidak menjual semangkanya dan ada satu pedagang hanya menjual semangka agak kecil,  itu apa artinya ya? 



-- Eka (Bali)

Jawaban:

Bu Eka semoga selalu dalam hidaah ALLAH SWT.

Salah satu tuntunan Islam yang kadang terabaikan adalah soal mimpi. Padahal, setiap hari manusia tidur dan sering kali bermimpi.

Dalam Islam, mimpi terbagi menjadi tiga. Yakni mimpi baik, mimpi buruk, dan mimpi karena khayalan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنْ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ

“Mimpi itu ada tiga macam. Yakni mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi menakutkan atau menyedihkan yang datangnya dari syetan, dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan atau khayal seseorang.” (HR. Muslim)

Nah, berikut ini empat tuntunan Islam jika mimpi baik; mimpi yang kita sukai, mimpi yang kita senangi:

1. Memuji Allah

Ketika terbangun dari mimpi baik, hendaklah memuji Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّهَا مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا

“Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya, dan hendaklah menceritakannya” (HR. Al Bukhari)

2. Gembira atas mimpi tersebut

Hendaklah seseorang yang mimpi baik, ia bergembira atas mimpi tersebut.

فَإِنْ رَأَى رُؤْيَا حَسَنَةً فَلْيُبْشِرْ وَلَا يُخْبِرْ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ

“Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi.” (HR. Muslim)

3. Menceritakan kepada orang yang disukainya, bukan kepada orang yang dibencinya

Orang yang mimpi baik, hendaklah ia menceritakan mimpi baik tersebut kepada orang yang disukainya. Sebaliknya, ia tak perlu menceritakan mimpi tersebut kepada orang yang tidak disukainya.

Rasulullah sering bertanya kepada sahabat selepas shalat Subuh siapa yang bermimpi baik semalam. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk membuat orang tersebut ingat dengan mimpi baik tersebut dan menceritakan kepada orang yang disukainya. Dan orang yang paling dicintai para sahabat adalah Rasulullah.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ أَقْبَلَ عَلَيْهِمْ بِوَجْهِهِ فَقَالَ هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ الْبَارِحَةَ رُؤْيَا

Dari Samurah bin Jundab radliallahu ‘anhu dia berkata; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat shubuh, beliau menghadap mukanya kepada para jama’ah dan pernah bertanya: “Adakah di antara kalian yang bermimpi indah semalam?” (HR. Muslim)

4. Menafsirkan dengan tafsir yang baik

Islam mengajarkan umatnya untuk optimis. Pun dalam soal mimpi. Jangan menafsirkannya dengan tafsir yang buruk atau negatif. Karena mimpi akan terjadi sesuai dengan tafsir dan keyakinannya. Karenanya, mimpi yang baik hanya boleh ditafsiri dengan hal yang positif pula.

Sementara jika kita mendapat mimpi buruk, berdasarkan riwayat-riwayat tersebut, Imam Ibnu Hajar menyimpulkan ada empat hal yang dapat kita lakukan.

Pertama, meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari keburukan mimpi itu.

Kedua, meminta perlindungan kepada Allah Swt. dari kejahatan setan.

Ketiga, meludah seperlunya dari arah kiri kita tiga kali dan membaca ta'awudz tiga kali

Keempat, tidak menceritakan kepada siapapun.

Demikian hal-hal yang dapat dilakukan saat kita bermimpi baik atau buruk. 

Jadi mimpi Anda dapat semangka kecil setelah perjalanan jauh harus disyukuri karena ini menunjukkan Anda pejuang tangguh tak kenal menyerah tapi harus rido seberapapun yang didapatkan.

WaLLAHU a'lam bishshowaab.

 

 



-- Selamet Junaidi