Pemanfaatan Barang Jaminan

Fiqih Muamalah, 6 Desember 2008

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr wb. Apakah orang yang menggadaikan motor, hanya boleh menggadaikan surat BPKP-nya saja, sedangkan motornya dapat digunakan oleh pemiliknya? Mohon tanggapannya menurut pandangan syariat Islam. Terima kasih.

-- Hadi (Tangerang)

Jawaban:

Wa 'alaikumussalam wr wb.

Gadai dalam kajian fiqh Islam disebut ROHN yaitu transaksi pinjam-meminjam dengan jaminan barang berharga.

Dan dalam ketentuan transaksi rohn, pihak yang meminjamkan uang "murtahin" berhak untuk menahan barang jaminan, tetapi  tidak diperkenankan untuk memanfaatkan  barang jaminan tersebut,  meskipun atas izin yang meminjam "rohin", karena hal tersebut termasuk dalam kategori riba yang hukumnya haram (karena mengambil keuntungan lebih).

Perihal barang yang akan dijadikan barang jaminan, harus berupa barang berharga.

Berkaitan dengan pertanyaan saudara Hadi, karena BPKB dan motor, masing-masing berupa barang berharga, maka saudara bisa memilih salah satu diantara keduanya untuk dijadikan jaminan pinjaman ; bisa BPKB dan bisa juga motor, dengan ketentuan barang yang dipilih untuk dijadikan jaminan, harus diserahkan kepada pemberi pinjaman "murtahin" dan tidak boleh dimanfaatkannya (dipakai ataupun digadaikan lagi kepada orang lain).

Dan karenanya, apabila BPKB yang dipilih untuk dijadikan barang jaminan, maka motornya tetap boleh dipakai oleh pemiliknya, karena motor tersebut tidak dijadikan barang jaminan.

Wallahu a'lam bishshawab.



-- Agung Cahyadi, MA