Dosakah Saya?

Lain-lain, 17 Desember 2019

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum...

Saya seorang IRT usia 27th dan suami 26th. Kami memiliki seorang putri usia 4th. Saya menghadapi masalah pelik dalam rumahtangga. Saya dianggap terlalu boros, saya bahkan dianggap suami "sok punya duit" karena meminjamkan uang pada saudara yang lg butuh. Memang waktu itu keuangan kami lagi menipis, tapi ketika saya meminjamkan uang, sudah saya hitung matang agar uang dr suami bisa sampai nanti suami gajian lagi.

Namun itu membuat suami marah.😟

Ketika suami marah, saya sempat mengucapkan kalimat yang sangat saya sesali hingga saat ini... saya berkata "jika saya hanya menjadi beban bagimu, maka jangan lagi mengurusku." Saya sangat menyesal...😢

Suami langsung memblokir nomor saya di Whatsapp. Dan tak mau mengangkat telepon dan tak mau membalas SMS dariku. Tiap saya menelepon, dia menolak panggilan telepon dari saya.😢

Bahkan sekarang dia memasukkan nomkr saya pada kotak spam.😢

Untuk diketahui, suami telah mendiamkan saya selama lebih dari 3 minggu... dan kami tidak berada di tempat yg sama. Suami di luar kota dan saya di rumah.

Hati istri mana yg tidak hancur ketika didiamkan suaminya selama itu.

Saya tahu saya salah berkata demikian, namun saya telah mengakui kesalahan dan selallluuu memohon maaf, mengemis maaf tiap hari pada suami. 

Hati saya sakit...😢😢

Yaa Allah... ampuni saya yg tak kunjung mendapat maaf dari suami...



-- Anonim (Solo)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Saudariku yang dirahmati ALLAH SWT.

Tetap tegarlah melewati gelombang ini. Yakinlah bila berhasil melewatinya Anda akan tersenyum indah.

Jangan ada sesal terlalu dalam di hati Anda karena :

1. Ketika Anda memberikan hutang dengan perhitungan yang matang , ini bagus. Tetapi sebaiknya Anda memberi hutang dengan persetujuan suami Anda dulu baru boleh dihutangkan.

2. Memang Anda terlalu emosi dengan ucapan  "jika saya hanya menjadi beban bagimu, maka jangan lagi mengurusku." Tetapi Anda sangat menyesal dan sudah bekali kali memita maaf bahkan mengemis minta maaf.

Anda harus memperkuat kesabaran diri untuk menunggu perubahan sikap suami . Lakukan terus sikap lembut, rendah hati dan minta maaf sambil terus berbenah diri,

Ketulusan Anda menjaga dan mempertahankan keluarga  ini dengan penuh kesabaran adalah kekuatan  yang akan meluluhkan hati suami atas izin ALLAH SWT. Bergembiralah dengan pujian baginda RasuluLLAH saw.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ

 bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam, (jika bertemu) yang ini berpaling dan yang ini juga berpaling, dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam." ( HR. Bukhari 5613 )

Yakinlah janji ALLAH SWT, "BERSAMA KESULTAN ADA KEMUDAHAN" 

WaLLAHU a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi