Orangtua Terlalu Mengatur Kehidupan Pernikahan

Lain-lain, 26 Desember 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb

Saya mau bercerita mengenai kedua orangtua saya yang menurut saya karena kekhawatiran dan rasa trauma nya, jadi banyak mengatur dan melarang saya melakukan hal yang saya rencanakan dan sudah kami berdua setujui. Contohnya saya dan suami setuju bahwa setelah memiliki anak nanti, saya akan fokus ke anak saya dan bisnis saya, jadi saya tidak bekerja kantoran lagi. 

Hal itu saya putuskan karena menurut kami berdua, pendampingan orangtua, apalagi ibu sangat penting dan saya merasakan sendiri bagaimana hidup saya karena kurang waktu dari orangtua saya. Tetapi mereka melarang keras keputusan kami itu dengan cara menakut-nakuti dan memaksa, intinya supaya kami berdua harus terpojok dan mengikuti keinginan mereka, padahal saya sendiri kan juga memiliki prioritas.

Dan kadang terucap dari mereka, "Kalo kamu nggak kerja juga besok yang ngasih mama sama papa siapa ?" 

Yang terpikirkan oleh saya kok orangtua seolah-olah mengorbankan anak dan kehidupan saya demi kepentingan mereka, dan orangtua meragukan suami saya. Padahal suami saya apa saja sudah di lakukan. 

Seperti, "iya kalo kamu ga kerja tapi nanti anakmu minta ini itu kamu gabisa beliin gimana ?"

Tapi ada pernyataan yang bisa membuat saya seketika menangis dari suami saya, "yaudah nggakpapa kalo kamu mau tetep kerja, nanti bisa lah aku yg ajak main ngurusin, tapi emang kamu mau anak mu nggak merasakan sepenuhnya kasih sayang, kekurangan waktu dari kamu ?". Rasanya menohok banget dan itu yg paling saya takutkan, karena itu yang saya rasakan di hidup saya dan nggak mau anak saya mengalaminya. Seberapa sih nilai mainan mahal untuk dibanding perhatian dan waktu yang dikasih orangtuanya.

Mungkin memang saat ini uang suami saya tidak sebanyak uang ayah saya dulu saat diumur yang sama, tapi ibu saya mungkin lupa bahwa memang suami saya beda dengan ayah saya. Memang berbeda..

Tapi ibu saya seakan memberi perlakuan yg sama karena takut yang dilakukan ayah saya dilakukan ke saya oleh suami saya, padahal mereka berbeda sekali.

Bagaimana ya Ustad menanggapinya ?

Lalu apakah kalau saya memiliki jalan dan prioritas saya sendiri (yang menurut saya juga mulia), itu bisa disebut anak durhaka ? Karena itu yang mereka selalu takut-takuti ke saya 

Apakah definisi anak sholehah adalah yang menuruti 100% semua permintaan orangtua ?

Terimakasih

Wassalamualaikum Wr.Wb.



-- Rara (Yogyakarta)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Bu Rara yang dirahmati ALLAH SWT. 

Bersyukurlah Anda kepada ALLAH SWT karena:

a. Anda dapat mengambil pelajaran berharga dari hidup bersama orangtua untuk membangun keluarga Anda bersama suami agar lebih baik lagi terutama dari sisi perhatian orangtua seharusnya agar lebih inten dan mendalam pada anaknya.

b. Anda dianugrahi suami yang memahami kewajibannya bahwa yang berkewajiban mencari nafkah adalah suami bukan istri dan beliau punya tekad sangat kuat untuk mewujudkan itu.

c. Anda dianugrahi orangtua yang masih perhatian kepada anaknya walaupun anaknya sudah menikah meskipun caranya kurang berkenan di hati Anda bahkan beliau masih lebih berat dan bergantung pada materi atau kurang tawakkal kepada ALLAH SWT.

Janganlah Anda membenturkan perbedaan Anda dengan orangtua sekarang ini. Tapi senyumlah di hadapan beliau dan ucapkan trimaksih atas semua kebaikannya. Sambut dengan baik harapan beliau dengan penuh penghargaan atas perhatiannya.

Sambut dengan gembira arahan suami Anda dan beri kepercayaan penuh kesanggupan dan semangat serta kesiapan beliau menjadi tulangpunggung keluarga dan Anda lebih fokus kepada sang buah hati. Ketika Anda memberikan kepercaan penuh dan beri motuvasi pada beliau in syaa ALLAH ini akan jadi kekuatan dahsyat yang akan menyebabkan lompatan kebaikan yang besar dalam keluarga Anda termasuk masalah ekonomi bisa jadi lebih banyak dan barokah dari yang dialami oleh orangtua Anda.

Nah kominikasikan dengan baik dan santun apa prugram keluarga Anda ini. Anda harus kompak menyampaikan dan mempertahankan sikap Anda dan suami . Dan lakukan dengan tahapan dan sabar berproses karena boleh jadi orangtua Anda akan berat mererimanya sekali gus apalagi mereka merasa lebih berpengalaman . Dengan berjalannya waktu insyaa ALLAH  atas Rahmat -NYA akan berjalan lebih baik.

Perbanyak Istighfar dan doa kepada ALLAH SWT. Semoga seluruh urusan keluarga mudah dan serba bahagia.

WAllahu a'lam bishshowaab.

 

 



-- Selamet Junaidi