Meminta Cerai

Lain-lain, 29 Desember 2019

Pertanyaan:

Assalamualaikum 

Ada yang ingin saya tanyakan, saya baru menikah 2 thn dan dikarunia seorang putri kami tinggal bersama orang tua dari suami banyak sekali pergolakan batin dari diri saya , saya ingin sekali tinggal sendiri, tp orang tua suami tidak setuju padahal orang tua suami blm terlalu tua dan masih ada adik adik suami saya yang bisa membantu, saya tidak betah dan menjadi tidak enakan tinggal disini yang memicu konflik dengan suami apakah sebaiknya saya cerai saja pak ustad karna saya sudah tidak tahan dan ketika konflik saya SM suami nantinya suami akan bertengkar SM orang tuanya dan sy tidak ingin suami bertengkar apakah saya dosa jika bercerai 



-- Susi (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Bu Susi yang dirahmati ALLAH SWT.

Pernikahan itu disyariatkan oleh ALLAH SWT agar tercipta keluarga sakinah . Ina prinsip dasar terbentuknya sebuah keluarga. Sebagaimana firman ALLAH Yang Maha Alim:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

( QS. Ar Ruum )

Keluarga sakinah itu keluarga yang tentram dan damai tapi bukan karena tidak ada problem, tidak ada masalah. Tetapi Kelurga sakinah adalah yang tetap tentram dan damai meskipun sedang dilanda masalah karena keluarga tersebut mampu menghadapai dan menyelesaikan masalah-masalah keluarga dengan bijak dan matang. 

Maka Anda harus tetap tenang menghadapi masalah yang ada dan mempertahankan keluarga ini. Sungguh sebuah kenikmatan dan anugrah mahal bila Anda mampu mempertahankan keluarga ini. Selalu Anda pegang teguh bu Susi apa yang ALLAH nialai dari diri Anda adalah usaha dan kegigihan dalam menjaga ketahanan keluarga , seperti firman-NYA:

 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannyaز ( QS. Al Baqarah )

Karena itu berusahalah Anda untuk qona'ah, belajar menerima situasi ini. Belajarlah untuk menerima bila saat ini suami belum mampu mandiri tinggal di rumah sendiri atau rumah kontrakan. Hati Anda in syaa ALLAH akan lebih lapang dan mampu menikmati indahnya keluarga Anda.

Perkuat sikap lembut dan patuh kepada suami niscaya terasa berharganya bahwa Anda memiliki seorang suami dan ALLAH akan mengankat martabat keluarga Anda. RasuluLLAH saw. menjamin:

دَخَلَ رَهْطٌ مِنْ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُمْ قَالَتْ عَائِشَةُ فَفَهِمْتُهَا فَقُلْتُ وَعَلَيْكُمْ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَهْلًا يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ

"Sekelompok orang Yahudi datang menemui Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam, mereka lalu berkata: "Assaamu 'alaikum (semoga kecelakaan atasmu). Aisyah berkata: "Saya memahaminya maka saya menjawab: 'wa'alaikum as saam wal la'nat (semoga kecelakaan dan laknat tertimpa atas kalian)." Aisyah berkata: "Lalu Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai sikap lemah lembut pada setiap perkara." Saya berkata: "Wahai Rasulullah! Apakah engkau tidak mendengar apa yang telah mereka katakan?" Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Saya telah menjawab, 'WA 'ALAIKUM (dan semoga atas kalian juga)." ( HR. Muslim 5565 )

Cinta ALLAH SWT justru akan tercurah bila Anda pandai menjaga sikap lembut menghadapi suami dan mertua. Kalau cinta ALLAH tercurah maka berbahagialah.

Cobalah jalani semuana dengan sabar dan sungguh-sungguh, in syaa ALLAH  dengan rahmat-NYA keluarga Anda akan terjaga dalam kedamaian

WaLLAHU a'lam bishshawaab



-- Selamet Junaidi