Cara Menghadapi Was-Was Dan Cara Berhenti Menghina Allah Dalam Hati

Lain-lain, 5 Januari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Maaf, saya punya beberapa pertanyaan mohon untuk dijawab...

Hal hal berikut sangat meresahkan saya...

1.Apabila kita junub tapi tidak mengetahui kalau kita junub, lalu melaksanakan ibadah, apakah ibadahnya sah?

2. Apabila keluar air kencing saat sholat, tapi tidak dipedulikan karena dianggap was-was, dan setelah sholat tidak terlihat bekasnya karena sudah kering. Apakah sholat tersebut sah?

3. Apabila mandi wajib, ada bagian yang kering tapi tidak diketahui, lalu melaksanakan ibadah, apakah ibadahnya sah?

4. Bagaimana cara membedakan was-was dengan bukan was-was?

5. Akhir-akhir ini saya sering menghina Allah dalam hati bahkan ketika Sholat, Membaca Al Quran, dan Mandi wajib. Sangat sulit untuk mengendalikan hati saya. Saya membaca beberapa artikel di internet bahwa perbuatan ini tidak diampuni oleh Allah SWT sehingga membuat saya putus asa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Saya juga takut telah murtad dan telah kafir karena hal tersebut. Bagaimana cara agar saya berhenti melakukan hal ini dan bagaimana cara saya bertobat dari perbuatan ini agar saya diampuni oleh Allah SWT?

6. Dalam hati saya juga sering muncul perkataan-perkataan yang merujuk pada kekafiran. Apa yang harus saya lakukan?

7. Saya pernah mengucapkan kata-kata dan kalimat kufur dari facebook. Saya takut saya telah keluar dari agama Islam. Apa yang harus saya lakukan?

8. Kadang saat sholat ketika sujud tiba-tiba dalam hati saya mengucapkan "saya sujud untuk setan" Apa yang harus saya lakukan?



-- Dimas Saptandi (Banyumas)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI  wabarakaatuH.

Saudara Bayu yang dirahmati ALLAH SWT.

Semua pertanyaan Anda dari nomer satu sampai delapan muncul dari hati yang sedang was-was. Maka  ini yang harus dicari solusi penyembuhannya.

Kiat mengobati was-was:

1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan yang muncul.

 Tidak peduli secara keseluruhan. Meskipun dalam diri muncul keraguan yang hebat. Karena jika Anda tidak perhatikan keraguan ini, maka keraguan ini tidak akan menetap dan akan pergi dengan sendiri dalam waktu yang tidak lama. Sebagaimana cara ini pernah dilakukan oleh mereka yang mendapat taufiq untuk lepas dari was-was. Sebaliknya, orang yang memperhatikan keraguan yang muncul dan menuruti bisikan keraguannya, maka dorongan was-was itu akan terus bertambah.

2, mengambil sikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya. Misalnya, seorang berwudhu, kemudian muncul keraguan seolah ada yang keluar dari dubur. Untuk mengobati was-was ini, keraguan itu tidak perlu dia perhatikan dan dia yakini wudhunya sah dan dia tidak kentut dan tidak batal sedikitpun. Atau orang yang takbiratul ihram, kemudian muncul keraguan tentang niat, maka dia yakini niatnya sudah benar, dan shalatnya sah. Demikian pula kasus orang yang merasa ada yang menetes setelah buang air kecil, ketika hendak shalat. Untuk mengobati penyakit ini, dia yakini bahwa itu bukan air kencing, itu tidak najis, dan wudhu tidak batal. Sehingga dia bisa shalat dengan tenang. Kecuali jika yang terjadi betul-betul meyakinkan, seperti keluar bunyi kentut, atau keluar air kencing dalam jumlah banyak, bukan hanya tetesan, dst. Dalam kondisi ini, anda harus mengulangi.

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

3, Terus Berlatih dengan Sabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Salah satu motivasi yang bisa dia tumbuhkan dalam hatinya, yakini bahwa ini bisikan setan, dan usahanya untuk menghilangkan godaan ini adalah dalam rangka melawan setan.  

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

4. Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.

5. Akan lebih baik Anda diruqyah sesuai syariah Islam. In syaa ALLAH untuk ini saya bantu . Silahkan hubungi saya di no hp 081703379748

Semoga Anda bisa bersabar dan sungguh-sungguh menjalaninya dan Anda atas Rahmat ALLAH SWT sehat seperti semula.

WaLLAHU a'lam bishshawaab.



-- Selamet Junaidi