Janin Tidak Berkembang

Fiqih Muamalah, 7 Januari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ustadz,

Saat ini saya tengah hamil 2 bulanan. Dalam 2 minggu terakhir saya ditemani suami telah memeriksakan kandungan 2 kali dan dinyatakan oleh dokter bahwa janin saya tidak berkembang, dikarenakan tidak terdengar denyut jantung dan penambahan ukuran janin. padahal seharusnya usia kehamilan 8 minggu, janin sudah menunjukkan tanda2 berkembang, utamanya terdapat denyut jantung walaupun bentuk janin masih belum sempurna. kemudian saya diberikan 2 opsi oleh dokter. opsi 1 jika  msh ragu2, saya diberikan kesempatan untuk menunggu 1 minggu lagi untuk melihat perkembangan janin. Atau opsi ke-2, saya diberikan penanganan medis dengan meluruhkan janin dalam kandungan.

Sebagai seorang ibu, tentu saja saya sangat merasa sedih karena kehilangan jika memang janin ini harus digugurkan walaupun dengan alasan medis (kesehatan). Tapi jika memilih opsi 1, hasilnya mungkin juga akan tetap sama dengan saat ini dan pada akhirnya disarankan untuk melakukan opsi 2. Bagaimanakah bila dilihat dari sudut pandang Islam mengenai hal ini? Dan apakah saya berdosa jika harus menggugurkan kandungan walaupun dengan alasan medis? Mohon diberikan jawaban oleh Pak Ustadz. Terimakasih sebelumnya..

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh 



-- Nia (Semarang)

Jawaban:

 Wa'alaikumussalaam wrwb.

Menurut medis penyebab janin tidak berkembang adalah kelainan kromosom pada zigot. Hal ini bisa jadi karena kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik. Dalam beberapa kasus, janin tidak berkembang juga bisa disebabkan karena infeksi, efek samping obat-obatan, konsumsi alkohol, atau kelainan bentuk rahim.Menurut medis Janin tidak berkembang biasanya baru disadari pada minggu ke-8 atau minggu ke-13. Meski tidak terdapat janin, hasil test pack bisa menunjukkan positif, menstruasi terhenti, terjadi mual, muntah, dan nyeri payudara, seperti kehamilan pada umumnya. Namun saat zigot berhenti tumbuh dan hormon kehamilan menurun, gejala kehamilan akan menghilang.

Gejala kemudian mengarah pada keguguran, seperti pendarahan vagina dan nyeri perut bagian bawah. Namun, ada juga wanita yang tidak mengalami gejala keguguran.

Janin tidak berkembang dapat terdeteksi melalui USG kehamilan. Setelah mengetahui terdapat kehamilan kosong, umumnya dokter akan menyarankan:

  • Menunggu sampai keguguran alami terjadi.
  • Konsumsi obat untuk merangsang peluruhan embrio.
  • Dilatasi dan kuretase yang merupakan prosedur medis untuk menghilangkan jaringan plasenta dari rahim.

Meski bisa jadi pilihan, menunggu keguguran alami memiliki risiko. Keguguran alami dapat terjadi cukup lama sehingga harus terus di bawah pantuan dokter. Jika masih ada jaringan yang tertinggal di rahim pasca keguguran alami, dilatasi dan kuretase tetap dibutuhkan untuk menghindari infeksi.

Jika test pack menunjukkan hasil positif, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Umumnya, dokter akan menggunakan USG abdomen atau USG transvaginal untuk mengecek kantung kehamilan. Pada usia kehamilan enam minggu, embrio pada kantung kehamilan sudah dapat terlihat. Namun pada kasus janin tidak berkembang, kantung kehamilan terlihat kosong

Sepertinya itu juga yang anda alami, maka menurut saya ikuti saja saran dari dokter muslim yang terpercaya

Dan dalam hal ini, ketika anda memang harus menggugurkan kandungan anda, insyaa Allah tidak berdosa, karena itu tuntutan medis yang justru untuk menjaga kebaikan bagi anda

Demikian, semoga Allah akan memberikan yang terbaik untuk anda dan keluarga anda

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA