Berat Jauh Dari Suami

Pernikahan & Keluarga, 23 Januari 2020

Pertanyaan:

Assalamualakum ustadz, 

Saya penderita mental illness (psikosomatic, anxiety disorder). Kami sudah memiliki anak satu usia 2,6 tahun dan sekarang saya sedang mengandung. Suami merasa berat menerima kondisi saya seperti ini dan saya sekarang tinggal dengan orang tua. Suami sering bekerja di tengah laut oleh karenanya ia tidak menginginkan saya mengikutinya di karenakan dapat mengganggu tugasnya. Padahal saya sering meminta pertimbangan suami untuk pindah tugas ke darat. Tapi sepertinya suami tidak mau dan merasa berat. Padahal saya sangat membutuhkan bantuannya terutama support. Selama RT jauh, suami pulang dalam jangka waktu 3-6 bulan. Jujur, sangat berat yg saya rasakan apalagi saya sangat mengetahui suami saya seperti apa. Keinginan dalam hati, suami bisa mensupport dan mendampingi saya dalam kondisi seperti ini. Tapi lagi-lagi saya tidak bisa memaksakan kehendak orang. Apa yg harus saya lakukan agar saya nyaman tenang dalam menjalani RT ini ya pak ustadz? 

Terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb



-- Mirantika Dewi (Lampung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Tentu menjadi harapan setiap orang yang berkeluarga, apabila bisa hidup berdekatan, agar bisa membangun komunikasi dengan pasangan secara baik, untuk bisa memusyawarahkan banyak masalah dan bisa saling memberikan masukan dan menerima masukan

Tetapi, ketika harapan tersebut belum bisa terwujud karena Allah menentukan sesuatu yang berbeda dengan harapan, maka tetaplah berbaik sangka kepada Allah dan terimalah keadaan yang ada dengan penuh kerelaan, karena mesti ada hikmah yang mungkin belum bisa kita tangkap dibalik ketentuan Allah tersebut.

Dan tetap berupaya dengan optimal untuk mewujudkan harapan dan dengan senantiasa membangun komunikasi yang baik dengan suami, dan selanjutkan terus berupaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang lebih baik dan berdoa secara terus menerus agar Allah berkenan untuk memberikan yang terbaik.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA