Was Was Murtad

Lain-lain, 27 Januari 2020

Pertanyaan:

Asalammualaikum warohmatulah hiwabarokatu ustadz. 

Saya pernah baca Jika ada seseorang menghalakan sesuatu yang haram maka orang ini jadi murtad.contoh seandainya dia mengatakan babi itu halal maka dia telah murtad Dan saya pernah baca juga kalau dia berucap di depan orang banyak maka dia wajib mengakui bahwa ucapan nya itu salah dan mengakui bahwa ucapan nya itu hanya bohong belaka di depan orang banyak tadi.katanya untuk menggurkan dosa nya.
1). bagaimana caranya dia kembali ke islam apakkah di wajibkan bagi dia untuk mengatakan kepada orang banyak tadi bahwa ucapan nya itu hanya suatu kebohong belaka dan meminta ma'af sebelum dia bersyahadat. Atau sebaliknya dia bersyahadat dulu baru mengakui bahwa ucapan nya itu hanya suatu kebohong belaka dan minta ma'af kepada orang banyak ini 
 
2).Bagaimana jika dia tidak mengatakan kepada orang banyak tadi bahwa ucapan nya itu hanya bohong belaka atau minta ma'af dulu kepada mereka tapi langsung bersyahadat apakah sah syahadat nya menjadi seorang Muslim. 
 
3).Apakah ada kewajiban baginya untuk mengakui bahwa ucapan nya itu hanya bohong belaka atau minta ma'af kepada orang banyak tadi. Karna saya  perna baca juga kalau dia berucap di depan orang banyak maka dia wajib mengakui bahwa ucapan itu salah dengan mengakui bahwa ucapan nya itu hanya bohong belaka di depan orang banyak untuk menggurkan dosa nya katanya 
 
a). Apa yang di maksud menggugurkan dosa nya.saya tidak paham tolang penjelasnya ustadz apakah dia harus meng-ikrarkan dua kalimat syahadat dengan persaksian orang banyak serta meng-ikrarkan ucapannya yang salah itu dengan mengatakan ucapan nya itu hanya bohong belaka di depan orang banyak 
b). Bagaimana jika dia tidak menemukan mereka lagi
C). Apakah sah bersyahadat nya seorang diri saja tanpa ada saksi 

 



-- Hendra (Padang)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warahmatuLLAHI wabarakaatuH

Saudara Hendra yang dirahmati ALLAH SWT.

Prinsip utama yang harus  diyakini apapun jenis dosa, ALLAH Maha Pengampun termasuk  dosa murtad yang dilakukan seorang Muslim. Sebagaimana jaminan ALLAH Yang Maha menerima taubat;

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" ( QS. Az-Zumar )

 

Bila  dia ingin kembali kepada Islam tidak harus klarifikasi di hadapan orang-orang yang telah mendengar pernyataannya menyatakan babi itu halal. dan tidak harus ada saksinya. Mengapa tidak wajib memakai saksi, karena apabila seseorang membaca dua kalimah syahadat dengan benar berikut syaratnya walau tanpa yang menuntun misalnya maka ia dihukumi Islam, karena hal itu terjadi antara dirinya dengan Allah. Walauoun disembunyikan keislamannya tiada yang mengetahui ia tetap seorang muslim. Karena RasuluLLAH saw menjamin ;

من قال: أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله وابن أمته وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، وأن الجنة حق، وأن النار حق أدخله الله من أي أبواب الجنة الثمانية شاء _ رواه مسلم.

“Barangsiapa yang berkata “Aku bersaksi tidak ada tuhan selain hanya Allah … dst” maka Allah akan memasukkannya ke surga dari pintu surga yang  manapun ia suka.” 

( HR. Muslim ) 

Maknanya: Seseorang muslim walaupun dia merahasiakan keislamannya tetap sebagai muslim..Meskipun ketika ia bersyahadat tidak satupun yang menyaksikannya. 

Imam ath Thabari:

( شهدنا على أنفسنا ) ، بأن رسلك قد أتتنا بآياتك ، وأنذرتنا لقاء يومنا هذا ، فكذبناها وجحدنا رسالتها ، ولم نتبع آياتك ولم نؤمن بها _ تفسير الطبري

“Ucapan manusia dan jin “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri” maksudnya bahwa para Rasul-Mu telah datang pada kami dengan membawa ayat-ayat-Mu dan Engkau telah mengingatkan kami atas pertemuan hari kami ini, lalu kami tidak mempercayai ayat-ayat-Mu dan membangkang para Rasul-Mu dan tidak mengimaninya.

  WaLLAHU a'lam bishshsawaab.



-- Selamet Junaidi