Suami Bikin Bingung

Pernikahan & Keluarga, 30 Januari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum, saya sebelumnya mau cerita. 

Kemarin saya cek hp suami, terdapat kontak aneh di hp nya yang diberi nama teman kerja nya. Saya cek yang lain terdapat aplikasi Michat saya liat chat nya kosong, saya liat kontak nya terdapat beberapa kontak wanita yang profile nya bertuliskan open BO (saya pikir itu PSK). Lalu saya cek kontak Michat by nomor yang ada dikontak hp dan ternyata nomor2 yang tersinpan menggunakan nama teman kerja nya itu bukanlah teman kerjanya melainkan orang lain yg saya ga tau dan d aplikasi michat terlihat profile nya juga bertuliskan open BO. Dengan poto profile wanita seksi yg menperlihatkan auratnya. 

Saya tanya suami, bo tuh apa ? Buat psk ? Dia jawab iya itu buat psk. Kenapa dia tanya. Saya jawab ini ada aplikasi michat apa maksudnya nyimpen2 nomor psk ? 

Ini juga namanya rekan kerja tapi pas d cek psk juga. Skrg ayah suka sama wanita kaya gitu ? Saya bilang gitu sambil nangis. 

Ya ngga atuh, dia jawab gitu. Itu mah otomatis ke save k kontak. 

(Saya pikir ga mungkin dong kalo ke save otomatis kaya gitu ) 

yaudah tinggal hapus aja gampang kan ? Dia bilang gitu 

lalu dia tiba tiba ambil hp nya dan hapus aplikasi dan kontak palsu nya. 

Apa yang harus saya lakukan ya ? sampai sekarang saya masih belum bisa terima. Batin saya sakit, walaupun suami saya itu baik sekali pada saya , tapi jika sudah sepeeti itu saya tidak bisa terima. 

Mohon nasihat nya ya.. terimakasih



-- Dina (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.
 
Kami sangat bisa memaklumi kecamuk perasaan dalam diri Ibu. Tapi mohon maaf Ibu. Kami ingin menggarisbawahi pengakuan jujur Ibu pada kalimat:"..suami saya itu baik sekali pada saya". Menurut kami, poin ini sangat penting sekali. Sehingga harus menjadi salah satu pegangan utama Ibu demi menjaga, merawat dan mempertahankan rumah tangga Ibu, di tengah potensi dinamika apapun yang terjadi.
 
Selanjutnya perlu diketahui bahwa, sebaik apapun seorang suami di zaman sekarang ini, tetap saja tidak mustahil dari kemungkinan terkena godaan-godaan di luar. Karena sarana-sarana penggoda itu memang tidak terbatas, sangat mudah dan sangat dahsyat sekali pengaruhnya. Oleh karena itu, setiap istri wajib menyadari fakta dan realita ini, serta melakukan kewajibannya demi menjaga suaminya dan dalam rangka mempertahankan keutuhan rumah tangganya, secara lebih baik lagi dan lagi.
 
Disamping tentu sangat dimaklumi jika sang istri memiliki kekhawatiran kalau-kalau suaminya sampai terpeleset, terpengaruh dan tergoda di luar rumah. Itu normal. Dan bahkan memang harus ada, sebagai bagian dari wujud dan konsekuensi cinta. Tapi rasa kekhawatiran itu harus berefek positif dan konstruktif. Tidak boleh sebaliknya, malah kontra produktif. Artinya jangan sampai misalnya justru berakibat menggiring pada sikap mencurigai suami, memata-matainya dan termasuk membuka-buka hp-nya tanpa sepengetahuannya. Itu merupakan langkah dan cara bersikap yang tidak benar. Karena dampak dan akibatnya bisa membuat kondisi hubungan suami istri justru akan semakin memburuk! Karena kecurigaan istri seperti itu malah akan membantu dan melapangkan jalan bagi syetan untuk mendorong suami sampai bisa benar-benar terjerumus ke dalam lembah godaan.
 
Jadi jika ingin rumah tangga Ibu tetap baik dan harmonis insyaallah, maka tolong jangan Ibu lanjutkan kecurigaan-kecurigaan Ibu itu. Termasuk jangan lagi membuka-buka hp suami tanpa sepengetahuannya dengan niat untuk menyelidiki apa saja yang ada di dalamnya, khususnya untuk mengetahui adakah yang perlu dicurigai dan seterusnya. Karena banyak sekali keluarga yang semula harmonis dan baik-baik saja, tiba-tiba saja berubah berantakan sampai tak bisa diselamatkan lagi hanya gegara sikap-sikap yang tidak tepat seperti itu.
 
Ingat bagi para istri, menjaga suami di zaman penuh godaan dimana-mana seperti sekarang ini, bukanlah dengan cara mencurigai, menyelidiki dan memata-matainya. Karena jika itu yang dilakukan, maka dampaknya bukanlah semakin menjaga, melainkan justru berpotensi semakin menjerumuskan! Ini wajib dipahami dan dicamkan oleh para istri!
 
Lalu apa yang harus bahkan wajib dilakukan oleh istri untuk membentengi suaminya agar tidak tergoda? Karena potensi-potensi godaan di luar memang sangat luar biasa sekali, maka pengimbangnya demi pembentengan darinya, ya tentu harus sangat luar biasa pula! Artinya tidak cukup dengan cara-cara pembentengan yang biasa-biasa saja. Sehingga, karenanya, pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap istri yang ingin membentengi suaminya dari godaan di luar pada zaman sekarang ini misalnya: cara-cara dan tips-tips luar biasa seperti apa sajakah yang sudah dilakukan untuk sang suami?
 
Karena sangat disayangkan sekali, bila para istri yang tentu sangat tahu betapa banyak, beragam dan dahsyatnya potensi godaan terhadap laki-laki di luar rumah, dan merekapun tentu juga sangat tidak ingin suami-suami mereka sampai tergoda, namun meskipun begitu mereka toh tetap santai-santai saja dan bersikap biasa-biasa saja (bahkan kadang-kadang kurang dari biasa) serta tidak berusaha melakukan hal-hal spesial yang kira-kira setara sebagai pengimbang dahsyatnya godaan yang ada. 
 
Lebih-lebih lagi, sungguh tak habis-habis keheranan kita, bila di jaman now ini masih ada istri yang tetap saja suka dan hoby dengan kebiasaan "jual mahal"-nya di rumah. Padahal seharusnya dia sangat tahu dan sadar benar bahwa, di luar sana banyak sekali "para pesaingnya" yang  "obral murah" sampai yang bahkan siap memberi "gratisan" untuk suaminya!! Semoga para istri "salehah" mencamkan ini!
 
Itu dari pihaki istri. Lalu bagaimana dari pihak suami? Ya sebagai mengimbang dan pelengkap, tentu saja kewajiban dan tanggung jawab yang samapun juga lebih-lebih harus dilakukan oleh suami. Karena, sebaik dan sespesial apapun upaya dan tips yang dilakukan oleh istri agar suaminya terbentengi di luar, tetap saja tidak bisa efektif, bila sang suami tidak melakukan hal setara dalam upaya pembentengan dirinya sendiri! 
 
Demikian tanggapan dari kami, semoga bermanfaat. Teriring doa dan harapan terbaik, semoga Ibu dan suami serta anak-anak semua semakin baik dan harmonis setelah ini dan seterusnya, dengan rahmat dan taufiq dari Allah Ta'ala. Amin.


-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA