Menyukai Seorang Janda

Pernikahan & Keluarga, 10 Februari 2020

Pertanyaan:

assalamualaikum wr.bw. pak ustadz saya seorang suami sudah mempunyai anak 1, umur 5 tahun. saat ini saya mungkin melakukan dosa yaitu mencintai seorang janda yang ditinggal mati suaminya, sehingga saya merasa seolah-olah sedang jatuh cinta, apa yang harus saya lakukan pak ustadz agar tidak selalu memikirkan janda ini, yang tiap hari satu pekerjaan dengan saya. terima kasih



-- Kang Jalak Harupat (Tasikmalaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Tentang munculnya rasa suka atau cinta dari seorang laki-laki kepada seorang perempuan, atau sebaliknya, sebenarnya merupakan hal lumrah yang bisa terjadi pada siapapun, apalagi dengan adanya faktor kedekatan karena sepekerjaan seperti pada kondisi Anda itu. Artinya adanya rasa suka itu sendiri tidaklah salah. Masalah terpentingnya kemudian ditentukan oleh apa yang Anda lakukan dengan perasaan cinta tersebut. Selama Anda tetap bisa menahan diri dan selalu berusaha menjaga batas-batas hubungan agar tidak sampai masuk wilayah pelanggaran, ya tentu saja tidak masalah.

Hanya saja dengan kondisi kedekatan karena setempat kerja seperti itu memang riskan sekali. Sehingga antisipasi yang Anda lakukan memang harus benar-benar kuat. Adapun tentang apa dan bagaimana cara antisipasi yang harus dilakukan itu, tentunya justru Anda sendirilah yang lebih tahu.

opsi jalan bagi Anda, secara kaidah normatif, sebenarnya ada dua. Pertama, dengan Anda menurutkan rasa cinta itu secara halal dengan menjadikannya sebagai istri kedua. Dimana secara hukum agama, hal itu ditolerir dan dimungkinkan. Namun untuk opsi ini umumnya tidak mudah dan tidak dianjurkan kecuali bagi yang benar-benar mampu, baik secara finansial maupun khususnya secara tanggung jawab multi aspek.

Lalu opsi atau pilihan kedua adalah Anda harus mampu melawan rasa suka dan cinta itu dengan memalingkannya ke hal-hal lain. Khususnya dengan cara mengokohkan ikatan dan hubungan keluarga dengan istri dan anak secara lebih kuat dan lebih spesial lagi. Disamping dengan lebih fokus pada pekerjaan dan aktifitas-aktifitas positif lainnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah dengan selalu berusaha untuk "menjauh" darinya. Termasuk kalau terpaksa dengan pindah tempat kerja, atau pindah bidang tugas. Intinya agar tidak sering bersama-sama dan berdekatan. Karena kedekatan dan kebersamaan dalam kondisi Anda seperti itu tentu sangat tidak aman.

Semoga Allah Ta'ala memberi jalan kemudahan bagi Anda dalam menemukan jalan dan solusi terbaik. Amin.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA