Bingung, Apakah Aku Masih Istrimu?

Pernikahan & Keluarga, 15 Februari 2020

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum, 

Dulu saya seorang janda anak 3, kemudian saya dinikahi oleh duda 1 anak. Kami menikah pada Februari 2018 lalu. Tapi beberapa bulan kemudian terjadi konflik dalam rumah tangga kami. Yaitu suami sering mengunjungi mantan istrinya dengan alasan menemui anaknya tanpa boleh saya temani. Saya marah tapi hanya di batin saja. Lalu saya ada masalah keuangan untuk anak2 saya. Lalu saya pinjam ke mertua saya secara diam2 tanpa sepengetahuan suami dengan alasan saya tidak ingin membebani suami. Tapi tanpa sengaja saya malah mengetahui kalo suami saya malah meminjamkan uang yag banyak kpd mantan istrinya. Nah dari situ saya benar2 marah sekali. Dan kami ribut besar sampai saya pergi dari rumah mertua karena kami memang masih menumpang di rumah mertua saya itu pun atas kehendak suami saya juga. 

Saya kost selama beberapa bulan dan dia yang membayar kost saya tapi tidak menafkahi lahir batin. Dan suami tidak mau menceraikan saya. Padahal yang saya dengar kalo suami sudah bersama prempuan lain. Lalu saya minta suami untuk mentalak saya. Maka kemudian dia mentalak 1 kepada saya. Tapi seminggu kemudian dia ajak saya rujuk  dan kembali kermh mertua saya. 

Saya memenuhi permintaan dgn syarat dia mau menghargai saya sbg istrinya yg skrng. Tp itu hanya bertahan beberapa bulan saja. Perilaku tetap sama, dia selalu menemui mantan istri tanpa mau saya temani. Dan yg lebih parah lagi, ada beberapa keperluan mantan istrinya yg dia penuhi tanpa sepengetahuan saya. Seperti menggantikan motor mantan istri, membeli kan TV dll. 

Kali ini saya benar2 marah dan kembali ribut besar.  Tp suami tdk mau mengakui kesalahannya karena alasannya hanya menolong. Sehingga suami ikut marah. Mentalak 3 kepada saya lewat WhatsApp dan secara tidak langsung mengusir saya dari rumah. Lalu saya bilang. Saya akan pergi dari rumah setelah masa iddah saya selesai. Disamping karena tidak ada uang u/ kontrak rumah, saya bertahan sampe masa iddah saya hanya krn saya ingin menuntut yg msh menjadi hak saya. Tp setelah suami mentalak 3 saya pisah ranjang... Dan baru 2 minggu pisah ranjang suami mengajak saya u/ berhubungan tapi saya menolak krn dia sdh menjatuhkan talak 3 kepada saya. 

Pertanyaan saya, apa yg lakukan itu benar pak ustaz?? Saya mohon pencerahan pak ustadz🙏

 

Terimakasih

 



-- Widia (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Pertanyaannya adalah, apakah talak 3 yang dijatuhan oleh suami anda tersebut, dilakukan di satu waktu sekaligus ataukah dilakukan di 3 waktu yang berbeda beda ?

Kalau dilakukan di satu waktu (mis. suami anda mengatakan kepada anda : kamu saya talak 3), maka ada perbedaan hukum antara Ulama, apakah jatuh talak tiga atau jatuh talak satu ?, dan in syaa Alllah yang lebih kuat ialah jatuh talak satu saja, Sehingga kalau itu yang terjadi, maka anda mestinya masih istri dari suami anda selama masa iddahnya belum habis ( 3 kali haidh, dihitung semenjak suami menjatuhkan talak)

Tetapi kalau suami menjatuhkan talak 3 tersebut dilakukan di waktu yang terpisah, maka berarti telah jatuh talak bain besar, sehingga anda harus berpisah dan mantan suami anda tidak lagi boleh untuk meruju' anda, sampai anda menikah laki dengan laki-laki lain dan berhubungan suami istri, kemudian anda diceraikan oleh suami anda yang baru tanpa ada rekayasa perceraian

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA