Cincin Mahar

Pernikahan & Keluarga, 23 Februari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Saya mau bertanya bagaimana hukumnya jika kita menukar cicin mahar yang longgar dengan cinin yang pas (di tok). Tapi tetap sama gramnya. itu di perbolehkan ataukah di larang. Sekian pertanyaan dari saya

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh



-- Nur Afifah (Poso)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Cincin dan lain-lain yang diterima oleh seorang istri sebagai bagian dari mahar pernikahannya, adalah sepenuhnya telah menjadi hak miliknya secara sah. Sehingga karenanya, sang istri berhak dan leluasa untuk melakukan apapun terhadap barang-barang mahar tersebut, selama masih dalam batas-batas yang tidak melanggar hukum dan ketentuan syariah. 

Maka jangankan dengan hanya sekadar mengganti cincin mahar yang longgar dengan ukuran yang lebih pas, bahkan seandainya sang istri ingin menjualnya atau menghadiahkannya kepada siapapun, maka aslinya semua itu sah-sah saja di dalam hukum syariah. 

Sementara jika ada larangan melakukan apa-apa yang kami sebutkan tersebut terhadap cincin mahar atau cincin kawin, maka itu semua hanyalah karena faktor adat dan kebiasaan saja, dan bukan dari hukum syariah Islam. Meskipun adat dan kebiasaan juga tetap perlu diperhatikan dan dijaga, minimal demi menghindari potensi dampak negatif tertentu yang mungkin timbul. Namun mungkin itu berlaku khususnya untuk tindakan seperti menjual, menghadiahkan atau mensedekahkan dan semacamnya, saat ikatan pernikahan dengan suami pemberi mahar masih terjaga.

Sedangkan jika langkah yang dilakukan sekadar mengganti cincin mahar yang longgar dengan ukuran yang lebih pas, insyaallah juga tidak masalah secara adat. Hanya mungkin sebaiknya tetap dikomunikasikan dengan sang suami. Itu saja.

Demikian jawaban singkat yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat.



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA