Siap Menikah Tapi Belum Disetujui Ibu

Pernikahan & Keluarga, 26 Februari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum.

Saya sudah berkenalan dan akrab selama 3 tahun dgn seorang pria Aceh yang bekerja di Jepang. Dia lebih tua 18 tahun dengan saya, namun kami belum pernah bertemu. Hanya intens komunikasi lewat video call. Saya sudah bertemu salah satu keluarganya, dan sambutannya baik. Mereka pun keluarga baik2.

Dia pernah menikah tahun 2012 di Fillipina dan belum terdaftar di Indonesia. 2013 istrinya pergi dari rumah begitu saja dan sedang Hamil. Sebelumnya mereka bertengkar karena istrinya itu jarang solat. Saya sudah sholat istikharah dan tiap solat,  jawaban atas doa saya, saya semakin yakin bahwa dia jodoh saya. Karena dia memberi pengaruh positif dalam hidup saya.

Orangtua saya sudah berpisah tapi kendala ada di ibu saya. Calon saya ingin melamar saya namun kendala pekerjaan dia minta izin apakah boleh melamar diwakilkan keluarga saja tanpa kehadirannya. Dia tahu kalau tidak pantas karena belum pernah menemui saya di Indonesia khususnya keluarga saya. Dia pernah sekali bicara minta izin ke ibu saya untuk menjalin hubungan dengan saya tahun 2016 tapi menurut ibu saya tetap kami harus bertemu dulu, keluarganya boleh datang sekedar perkenalan Dan lamaran harus beserta dihadiri sang calon pria.

Saya sadar usia saya semakin tua,, saya pikir jika ada pria dari keluarga baik2 yg berniat baik untuk melamar kenapa harus ditunda lagi. Apalagi dia tidak bisa datang juga bukan kemauannya melainkan tuntutan pekerjaan yang hanya punya waktu cuti 10 hari dalam setahun.

Sudah beberapa bulan lalu, Minggu ini dia ingin ke indonesia untuk melamar saya tapi krn wabah corona ahirnya disuruh tunda oleh pihak bandara. Karena kemungkinan akan sulit baginya kembali lagi ke Jepang. Keluarga pria sudah menyetujui, mungkin ibu saya trauma juga dengan pernikahannya yang kandas.

Bisakah jika dia datang melamar lalu langsung menikah? Karena tidak mungkin baginya untuk kembali ke Indonesia 2x dalam setahun. Dia ingin segera menghalalkan hubungan kami ke jenjang pernikahan.

Tapi lagi2 kendala ada di ibu saya. Ibu saya belum bisa mempercayai keseriusan calon saya sehingga kami harus menunda lagi.

Mohon bantuannya ustad atau ustadjah.

Terimakasih



-- Hamba Allah (Depok)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kekhawatiran ibu tersebut menurut saya suatu yang sangat wajar dan bisa diterima, karena seorang ibu tentu tidak menghendaki akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dari putrinya di kemudian hari, ketika calon pasangan putrinya hanya mewakikan keluarganya ketika mau meminang putrinya, hal yang sangat menentukan kehidupan rumahtangga putrinya, padahal ia adalah orang yang sebelumnya belum dikenalnya sama sekali

Oleh karena itu, maka ikutinya saja keinginan ibu, sampai calon anda benar-benar mau datang sendiri dan keluarganya saat nanti mau meminang anda

Dan disaat nanti calon anda benar-benar mau datang sendiri dengan keluarga besarnya untuk meminang anda, dan anda dan keluar sudah tidak ada lagi keraguan perihal agama dan akhlaqnya, maka bisa saja langsung diikat dengan akad nikah yang sah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA