Suami Mengira Sudah Jatuh Talak Ketika Berkata Bubar

Pernikahan & Keluarga, 27 Februari 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb

Yth. Bpk ustadz dan ibu ustadzah serta seluruh tim yang dirahmati oleh Allah SWT

Izin bertanya ustad/ustadzah

Suami saya sudah mengatakan bubar 3 kali kepada saya, kalimat nya adalah:

1. "Ngerti kalo kamu seperti ini, ngga mau diatur sama saya. Ngga mau ikut saya untuk tinggal dirumah orang tua ku, mending kita bubar aja waktu sebelum nikah"

2. "Kalo kamu bubar jualannya, ya kita bubar. Saya sudah kasih modal banyak ke kamu"

3. "Bikin saya marah terus, bubar aja apa" seketika itu saya bilang "tidak" suami berkata " ya sudah makanya jangan bikin saya marah"

Pertanyaan :

1. Apakah kalimat diatas sudah jatuh talak ?

Saya pernah mendengarkan pengajian, jika suami berkata bubar maka sudah jatuh talak tetapi jika suami tersebut ada niat untuk talak, lalu saya berkata kepada suami saya " mas, jika suami sudah berkata bubar, maka sudah jatuh talak, Tetapi jika mas berniat talak .kalo sudah talak 3 berarti ngga bisa rujuk kecuali jika saya menikah dengan orang lain kemudian saya bercerai lagi.

Lalu suami saya menjawab " awalnya saya hanya mengancam, supaya kamu itu nurut, tapi saya serius, kalo kamu nantang pengin bubar ya saya benar benar bubar atau cerai. Tergantung kamunya nantang bubar apa engga, kalo kamu ngga nantang ya saya ngga jadi bubar.

Saya Bingung ustad/ustazah karena suami saya memiliki niat talak pada saat mengatakan 3 kalimat bubar itu. Lalu saya berkata kepada suami " ya berarti talak 1" ( karena suami saya memiliki niat)

Suami saya menjawab " saya ngomong bubar 3 kali atau 4 kali berarti talak 3, saya sudah ngomong bubar 3 kali gimana ini, terserah deh musyawarah sama orang tua, kita sudah talak 3"

Saya menjawab " kayanya belum"

Suami berkata " talak 2, bukan 3, yang pertama itu bukan ikut talak, Jadi baru talak 2. Sudah ketemu jawabannya talak 2 . Nanti ke ustad bilang talak 2 itu rujuknya gimana, mudah mudahan ngga papa" ( padahal suami saya sudah berkata jika saya nantang ya maka beneran cerai atau bubar, tetapi saya tidak pernah nantang pa ustad/ ustazah. Mungkin karena suami memiliki niat talak, jadi suami saya mengira sudah jatuh talak tanpa saya nantang suami dan saya juga mengira seperti itu )

Pertanyaan :

2. Pa ustad / ibu ustazah apakah yang di bicarakan suami saya tersebut dapat menjadikan talak 3 dan talak 2 ? Karena yang saya tau, jika suami berkata talak dengan sengaja maka terjadi talak.walaupun tidak ada niat untuk mentalak. 

Kemarin  pagi pagi saya bertengkar dengan suami, saya menangis terus dan suami saya emosi jika saya menangis. Lalu suami saya berkata " kalo kamu nangis terus, saya tinggal pergi ! " Tetapi saya masih menangis dan suami tidak meningalkan saya sampai nangis saya berhenti. Dan malamnya saya keinget perkataan suami saya " kalo kamu nangis terus, saya tinggal pergi ! " Saya jadi nangis dan merusak CVD pernikahan saya, suami saya melihat dan marah, lalu saya berkata " kamu sudah janji kan ngga akan ngancem aku lagi kenapa tadi pagi kamu ngancem aku, mau pergi " lalu suami saya marah dan berkata " yang penting saya ngga bilang cerai " suami saya pergi dari rumah dan berkata kepada saya " kalo kamu dari sekarang sampai besok tidak minta maaf dengan saya, saya akan mengambil barang2 saya dan tidak akan kembali ke kamu atau rumah kamu ! Saya ngga Sudi ! Inget ya sampai besok ngga minta maaf, kamu tunggu hari saja!"

Besok nya , pada sore hari menjelang ashar Saya pun memberanikan diri untuk meminta maaf kepada suami saya , suami saya memaafkan saya dan kembali ke rumah.

Pertanyaan :

3. Pa ustad / ustazah, apakah ketika suami meninggalkan rumah, dan mengancam saya untuk meminta maaf dapat mengakibatkan jatuhnya talak kepada saya ? 

Pa ustad dan ibu ustazah, tolong saya, untuk menjawab pertanyaan saya. Karena saya sangat cemas barang kali saya dan suami sudah jatuh talak 3 dan saya juga suami tidak menyadarinya sehingga dapat membuat hubungan saya dengan suami menjadi zina dihadapan Allah, tetapi dengan status saya dan suami yang masih suami istri yang sah dalam hukum negara tetapi haram bagi hukum agama...

🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻



-- Dina (Pemalang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Komunikasi yang baik antara suami istri (kesiapan untuk saling memberi masukan dan menerima masukan) itu akan menjadi kunci bagi terjaganya keharmonisan rumah tangga, dalam arti setiap ada kesalahfahaman, segera musyawarahkan untuk mencari jalan keluar secara bersama dengan bahasa yang baik dan cara yang bijaksana

Adapun yang anda tanyakan dari apa yang telah anda ceritakan, kesimpulan saya belum jatuh talak, karena pertama suami anda mengatakan bubar tetapi dikaitkan dengan waktu sebelum nikah, padahal sebelum nikan itui bukanlah suami istri, maka tidak ada talak menalak

yang kedua, suami mengaitkan cerai itu dengan tantangan anda sebagai istri, padahal anda tidak pernah menantang, maka tidak terjadi talak

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam biushshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA