Perselingkuhan

Pernikahan & Keluarga, 1 Maret 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Saya melakukan kesalahan dengan jalan (nonton bioskop) dengan lelaki lain (teman kantor) tanpa sepengetahuan suami Kemudian suami mengetahui dari riwayat chat kami, namun suami telah menuduh saya berzina dan mengatakan kalo saya ini anjing dan pelacur. Saya telah meminta maaf kepada suami dan bertobat menyesali perbuatan saya, teman kantor sy pun mengaku salah dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya dan telah meminta maaf pada suami saya.

Namun suami terus terusan menuduh saya berzina tanpa ada bukti, apa yang harus saya lakukan?

Mohon pencerahannya dan terimakasih.



-- Ummi (Pontianak)

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr.wb.

Ya reaksi suami seperti itu memang merupakan resiko dari kesalahan yang terjadi. Kesalahan yang seperti Anda lakukan itu memang sudah sangat berat bagi umumnya suami. Sifatnya jauh lebih berat dibandingkan dengan kondisi sebaliknya. Yakni seandainya yang melakukan tindakan seperti itu adalah sang suami misalnya, yang menonton bioskop bersama teman perempuan sekantornya. Tetap saja sama-sama salah, tapi dengan tingkat kesalahan dan dampak buruk yang berbeda. Sama-sama merupakan dosa dan pengkhianatan terhadap ikatan suci sebuah pernikahan dan terhadap pasangan. Namun jika hal seperti itu dilakukan oleh seorang istri, maka tafsir negatifnya bisa bertambah lagi, yakni bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk sikap menginjak-injak harga diri suami sebagai laki-laki.

Tapi sudahlah. Karena apa yang terjadi sudah terjadi dan jarum waktupun tidak bisa diputar kembali, maka yang terpenting adalah bagaimana harus bersikap sekarang. Dan apa yang telah Anda lakukan sudah tepat: bertobat, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada suami. Tetap dan teruslah dalam sikap itu. Seraya jangan pernah berhenti beristighfar kepada Allah, serta bermunajat memohon pertolongan dari-Nya, agar Dia berkenan melembutkan hati suami sehingga bisa benar-benar menerima permintaan maaf Anda dan kembali mempercayai Anda sebagai istrinya seperti semula. 

Disamping itu, lakukanlah pula langkah-langkah pembuktian dengan cara memutus "hubungan khusus" dengan teman kantor tersebut dan juga dengan teman-teman laki-laki lainnya. Dan memutus "hubungan khusus" yang dimaksud adalah dengan menjauhi setiap bentuk kebersamaan apapun dengan teman kantor itu dan laki-laki lainnya, yang berpotensi bisa menimbulkan kecurigaan tertentu dari suami. Disamping tentunya juga dengan menunjukkan sikap-sikap pembuktian yang lebih spesial dalam hubungan dengan suami. Bagaimana caranya? Tentu Anda sendirilah yang lebih tahu. Karena Anda yang lebih mengenal suami Anda. Yang jelas Anda harus melipatgandakan kesabaran dalam melakukan semua upaya itu. Maka, fokuslah pada poin utama ini: bahwa semua yang Anda lakukan adalah dalam rangka bertobat kepada Allah. Karena inilah yang akan memberikan kekuatan lebih di hati Anda. Ya fokuslah pada aspek tobat ini. Dan yakinlah bahwa, dengan begitu insyaallah Akan memberikan solusi dan hasil positif terbaik bagi Anda.

Demikian tanggapan yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat. Seraya kami doakan semoga Allah Ta'ala selalu melimpahkan rahmat-Nya dalam kehidupan Anda dan keluarga.

 



-- Ahmad Mudzoffar Jufri, MA