Was-was Murtad Menyiksa Hati

Fiqih Muamalah, 3 Maret 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, saya mengalami was-was murtad. 

Saya merasa dalam hati kalau bergantung dan curhat tentang gangguan yg saya alami pada  orang adalah syirik, membohongi Allah bisa murtad , dan ada sugesti semacam "kamu harus begini dan begini agar tidak begini dan begini"jika sugesti ini saya turuti ,saya merasa syirik. Hal ini membuat hati saya terasa sempit dan cemas. Mengurung diri krn merasa bersalah pada Allah

.Lain lagi,ketika saya sedang sepi berbatin,saya mencari batinan dan batinan tersebut kadang menghina  Allah dan Rasul-Nya(dalam hati),Apa hukum-hukum yg saya lakukan? Apakah syirik dan murtad?



-- Nabila Raihana G (Kabupaten Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Bisikan hati untuk kufur, syirik dan sejenisnya yang sering berakibat pada terjadinya kecemasan bahkan putus asa, itu adalah gangguan yang disebut dengan was was, Dan apabila hal tersebut terjadi, maka tidak secara otomatis menjatuhkan seseorang itu menjadi kafir atau musyrik, dalam kitab Al Adzkar Imam Nawawi menyebutkan yang artinya :

Adapun angan-angan yang lewat di benak seseorang dan bisikan di dalam hati bila tidak tetap atau tidak ditetapkan oleh yang bersangkutan maka itu dimaafkan berdasarkan kesepakatan ulama. Pasalnya, lalu lalang angan-angan (khawatir) itu bukan pilihan kita. Tiada jalan untuk melepaskan diri. Ini yang dimaksud dalam sabda Rasulullah SAW, ‘Sungguh, Allah memaafkan umatku atas ucapan yang terbersit di dalam dirinya selagi tidak diutarakan atau diamalkan,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 296)

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka janganlah anda hiraukan dan abaikan saja bisikan-bisikan tersebut, fokus saja untuk melakukan amal-amal yang bermanfaat untuk kehidupan kedepan dan untuk kehidupan akhiran anda, dan banyak banyak berlindung kepada Allah dari segala gangguan dan banyak-banyak bermohon agar Allah berkenan untuk memberikan petunjuk ke jalan yang diridhoi-Nya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bshshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA