Balik Kandang

Pernikahan & Keluarga, 6 Maret 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum ..

Saya punya pacar dia berasal dari Malang dan saya ingin menikah dengan dia. Lalu pacar saya ke rumah dan bilang ke orang tua saya untuk minta izin dinikahi. Tapi orang tua saya menolak. Dengan alasan katanya bapak saya berasal dari malang dan pacar saya juga dari malang. Tapi pacar dan ayah saya berbedaa desa hanya saja satu kecamatan. Apabila di langgar ayah saya akan kenapa2. Katanya seprti itu. Tapi jujur saya tidak percaya dengan istilah balik kandang itu. Karena saya hanya percaya sama Allah bahwa menikah itu hal baik akn membawa berkah bukan petaka . Bagaimana menurut islam tentang kejadian yang saya alami? 

Karena saya ingin segera menikah dengan pacar saya. Begitupun sebaliknya hubungan kami sudah lama sekali berjalan dan ingin ke jenjang yang lebih serius. 



-- Herlina Oktaviani (Bojonegoro)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Meyakini dengan keyakinan bahwa menikah dengan seseorang yang satu daerah itu akan berakibat demikian-demikian, adalah keyakinan yang tidak dibenarkan. Berdasarkan hal tersebut, maka penolakan orang tua anda untuk menerima calon anda dengan alasan sebagaimana anda sebutkan adalah alasan yang tidak dibenarkan dalam Islam, namun bukan berarti anda boleh menikah dengan calon anda meskipun dengan tanpa seizin orang tua anda sebagai wali nikah yang sah dan terdekat, karena seorang wanita tidak boleh menikah dengan tanpa izin dan ridho walinya

Hal yang semestinya anda lakukan adalah bagaimana anda berupaya untuk meyakinkan orang tua bahwa calon anda adalah seorang yang baik agama dan akhlaknya dan bahwa alasan orang tua anda tersebt adalah tidak benar dalam pandangan agama Islam, Lakukan upaya tersebut dengan mengkomunikasikan kepada orang tua dengan cara yang bijak, baik langsung anda lakukan sndiri atau meminta tolong kepada orang lain yang mempunyai kompetensi untuk menjelaskannya kepada orang tua anda

Demikian, smoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wasdsalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA