Suami Enggan Bekerja Mencari Nafkah Untuk Istri Dan Anak Dengan Alasan Berbakti Kepada Orangtua

Fiqih Muamalah, 25 Maret 2020

Pertanyaan:

assalamualaikum,saya istri bekerja, suami bekerja sebagai ojek online (motor). saya ahir2 ini sering bertengkar dengan suami saya dikarenakan saya menuntut suami untuk memberi nafkah layak bagi saya dan anak anak. sejak awal kami menikah hampir 90% kebutuhan pokok saya yang penuhi, dan 2 tahun belakangan ini kondisi keuangan saya memburuk. saya meminta kepada suami saya untuk bekerja (selama ini hanya membantu orangtua nya di warung dan sudah beberapa bulan ini tidak ngojek sama sekali). dengan tujuan agar mempunyai penghasilan tetap dan bisa membantu saya dari segi keuangan.

namun dengan alasan suami ingin berbakti kepada orangtua, maka dia tidak mau bekerja selain di rumah orang tuanya. ngojek pun males2 an.

saya selalu bilang,,,kalau memang dia mampu menafkahi saya dan anak2 dan memenuhi kebutuhan pokok dan sekunder buat kami,saya siap resign dari kerjaan saya.

tapi jawabannya selalu sama " emang kamu bisa menerima apa yang aku kasih setipa hari?"

yang suami saya kasih (uang) ke saya dalam satu bulan,,rata2 hanya 15-20rb per hari,,

dan saya keberatan jika saya hanya dikasih 20rb perhari.  Untuk anak sekolah jajan,sarapan ongkos  saja perhari nya bisa lebih dari 50rb,belum termasuk makan siang,makan malem.belum termasuk kebutuhan rumah tanggal lainnya,,misal: gas,air mineral,sabun cuci sabun mandi,dll

yang saya ingin tanyakan:

lebih wajib mana menafkahi anak istri atau membantu orangtua



-- Siska (Bekasi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Kalau dengan tanpa bantuan suami atau dengan membantu secukupnya orang tuanya sudah bisa menutup kebutuhan primernya, maka suami yang berupaya untuk bekerja agar bisa menafkahi istri dan dan anaknya, tentu upaya bekerja harus didahulukan dan diprioritaskan, karena nafkah istri dan anak itu adalah tanggungjawab suami

Dan dalam kondisi suami sebagaimana yang anda ceritakan, maka bagi anda sebagai istri untuk sementara sebaiknya tetap bekerja dulu, tetapi bangun komunikasi yang baik dengan suami, ajaklah suami dalam kondisi yang kondusif untuk duduk bersama untuk saling memberikan masukan, memusyawarahkan problema keluarga yang sedang anda hadapi dalam rangka mencari solusi terbaik

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA