Perceraian Yang Disebabkan Oleh Orang Tua

Fiqih Muamalah, 14 April 2020

Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ustadz. Saya ingin cerita, saya sudah menikah kurang lebih 3 tahun dengan suami saya. Saya akui suami saya punya penyakit skizofrenia sering beberapa kali melukai saya ketika penyakitnya kambuh keluarga suami saya tidak melindungi saya sedangkan posisi kami tinggal satu lingkungan dengan orang tua suami saya/mertua. Sudah 2x suami masuk panti rehab mau tidak mau saya harus pulang kerumah orang tua saya karna dirumah mertua saya pun saya tidak bisa mengurus suami tetapi pada saat weekend saya menjenguk suami saya,singkat cerita orang tua saya merasa tidak tega melihat rumah tangga anaknya yg selalu disakiti dan ada ikut campur urusan mertua saya dalam rumah tangga kami. Memang salah saya sudah memberi tahu keburukan suami saya kekeluarga saya karena saya pun bingung harus curhat ke siapa ketika suami mempunyai sakit seperti itu. Lalu orang tua saya memutuskan untuk cerai saja dengan suami saya. Kondisi suami saya sekarang sudah pulih tetapi masih harus konsumsi obat terapi. Saya sudah mengutarakan kemauan orang tua saya untuk berpisah saja tetapi dia tidak mau. Dan dalem lubuk hati sebagai istri saya juga masih mencintai suami saya,saya masih ingin menjadi istri yg dapat ridho Allah. Saya bimbang apakah saya harus menuruti kemauan orang tua saya atau saya balik lagi dengan suami tetapi orang tua sudah tidak mau mengakui saya sebagai anak lagi apabila saya balik dengan suami saya?

Terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh



-- Dyah Ekowati Prastiwi (DKI Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Setiap yang berkeluarga itu pasti menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri baru akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, dan ketika terjadi tentu harus diupayakan untuk menyelesaikannya dengan berbagai cara, yang semestinya dimulai dengan membangun komunikasi yang baik, dan sepertinya anda perlu untuk melibatkan orang tua dan mertua untuk saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan bahkan kalau diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunya kompetensi untuk menjadi penengah

Tetapi ketika upaya yang optimal sudah dilakukan, namun tidak juga bisa menemukan solusi terbaik, bahkan orang tua anda bersikap seperti yang anda ceritakan, sementara anda masih berkeinginan untuk kembali dengan suami, maka cobalah sekali lagi untuk memohon kepada orang tua agar berkenan memberi kesempatan sekali lagi kepada anda untuk membengun rumahtangga dengan suami'

Demikian, semoga Allah memberikan kremudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb



-- Agung Cahyadi, MA