Status Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 30 April 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum, saya mau bertanya tentang status pernikahan, rumah tangga saya sudah berjalan 10 tahun, tepatnya bulan Desember 2018 saya mengetahui bahwa suami saya selingkuh, dan pada bulan april saya mengajukan cerai ke PA, sebelumnya suami saya tidak keberatan atas pengajuan cerai saya ke PA, pada saat proses sidang pertama sampai akhir suami sama sekali tidak datang ke PA sampai akhirnya hakim mengetuk palu sebagai pengabulan atas gugatan cerai saya ke suami, dan sampai saat ini suami menolak untuk mengucapkan talak untuk saya, dan 5 bulan setelah gugatan cerai saya terkabul dan masing masing telah menerima akta cerai, kita bertemu kembali, dan menurut mantan suami saya dia masih suami saya secara agama, dan terjadi hubungan badan kembali, yang saya mau tanyakan apakah status pernikahan saya masih sah sebagai istri menurut agama? Dan apakah hubungan suami istri yang kita lakukan setelah perceraian dikabulkan PA termasuk zina? 

 



-- Rini (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Perceraian atau talak itu hanya bisa terjadi dengan keputusan suami atau pengadilan, maka ketika istri mengajukan gugatan cerai ke pengadilan, dan setelah melalui proses di pengadialan, meskipun suami tidak mau hadir, tetapi pengadilah mengetuk palu untuk menjatuhkan cerai, maka itu sah secara syar'i

Yang karenanya, semestinya anda sekarang bukan lagi istri dari mantan suami, dan karenanya pula, maka hubungan suami istri yang kalian lakukan berdua sebelum adanya ruju' adalah perbuatan zina

Demikian

Wallahun a'lam bishshawab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA