Suami Menghambat Kreatifitas Istri

Pernikahan & Keluarga, 30 April 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. Wb.

Perkenalkan saya seorang istri yang memiliki hobi berkreativitas pada saat masih gadis, seperti menjahit, merajut, berkebun, dan banyak lagi. Setelah bersuami, saya hanya didukung suami untuk memasak saja, kreativitas lain2nya tidak disukai oleh suami. Apapun yg saya lakukan bila bukan memasak, maka suami akan menampakkan wajah sebal kepada saya. Dia sengaja marah2 supaya saya akhirnya menghentikan kegiatan saya. Bahkan sikap suami yang seperti itu seringkali memicu pertengkaran di antara kami berdua.

Hal ini sangat menyiksa batin saya karena kreativitas saya tidak tersalurkan. Saya sangat tertekan. Padahal saya melakukan itu semua dari rumah saja, tidak kemana2, dan saya kerjakan sesudah semua urusan rumah tangga selesai dan rapih. Apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi kebosanan saya di rumah? Saya benar2 ingin dapat menyalurkan hobi dan kreativitas saya selain hanya memasak. Rasanya batin saya sudah ingin meledak melihat sikap suami yang sangat tidak menyenangkan seperti ini. Saya sering merasa tersiksa dan menangis diam2. Kadang saya membayangkan ingin pergi saja dari rumah dan merasakan kebebasan dalam berkreasi. 

Terima kasih dan mohon masukan dan saran nya.

Wassalam.



-- Elita (Tangsel)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Siapapun dari kita yang berkeluarga, tentu menghendaki kedamaian dalam kehidupan rumahtangganya, karena hanya dengan suasana damai sajalah, suami istri, baru akan bisa membangun dan mengatur rumah tangganya dengan baik

Namun yang namanya problem dan masalah keluarga itu memang bisa terjadi dalam rumah tangga siapa saja, termasuk di keluarga anda tentunya, sebagaimana anda telah ceritakan, tetapi yakinlah bahwa anda tidak sendirian

Dan ketika terjadi masalah dalam keluarga yang bisa menyebabkan hilangnya suasana damai, mestinya harus segera diupayakan untuk diurai dengan berbagai cara, agar suasana damai bisa kembali bisa dirasakan bersama.

Upaya untuk mengurai masalah tersebut bisa dimulai dengan kesiapan suami istri untuk membangun komunikasi yang baik, dengan masing2 menyampaikan masalah yang dirasakan, dilanjutkan dengan  saling memberikan masukan, memusyawarahkan masalah yang ada, dan kalau diperlukan bisa dengan menghadirkan fihak ketiga yang mempunya kompetensi untuk menjadi penengah

Dan karena itu, janganlah masalah yang membuat anda merasa tidak nyaman tersebut anda simpan, tapi segeralah komunikasikan kepada suami dengan cara yang baik dan dengan bahasa yang lembah lembut, pilihlah waktu yang kondusif, sehingga suasana komunikasi bisa berjalan dengan baik, cair dan bahkan santai

Selamat mencoba, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.

 



-- Agung Cahyadi, MA