Bingung Talak 3

Lain-lain, 12 Mei 2020

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz, saya Ibu rumah tangga 2 anak menikah sudah hampir 10 tahun. Pada tahun 2017 suami saya selingkuh dengan istri orang sampai tahun 2018 perempuan itu hamil 2 x. Saya depresi karena saya juga hamil waktu itu. Akhir 2019 saya marah dan meminta cerai kepada suami. Dan suami menjawab ya sudah kita pisah, anak2 sama saya semua atau kamu. Saya mengatakan berarti talak 2 dan rujuk. sebelum talak 2 pernah suami saya mau memulangkan saya ke orang tua karena saya ada masalah dengan Ibu mertua. Saya menganggap itu talak 1. Selama setahun ini saya sering mengungkit perselingkuhan suami itu hingga kemarin tgl 10 Mei suami kalap sampai membanting hp, meninju tembok dan pintu sampai jebol. Suami mengatakan aku proses cerai, pulang lah ke rumah orang tua mu dan talak 3. Saya sempat mengingatkan tentang 2 anak kami. Selang beberapa menit suami saya juga mengatakan saya bisa memaafkan kamu klo kamu memaafkan perselingkuhan saya. Ustadz yang ingin saya tanyakan : Apakah sudah jatuh talak 3 kepada saya? Saya masih sayang suami saya dan saya kasihan kepada 2 anak saya yang masih kecil kalau sampai terjadi perceraian. Terima kasih banyak Ustadz, tolong d jawab pertanyaan saya. Wassalamualaikum 



-- Rani (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Untuk menjawab kebingungan ibu, kami coba mengurai setiap “talak” yang terjadi, sehingga nantinya jelas, apakah setiap talak yang dijatuhkan sah atau tidak, sehingga jelas pula apakah talak telah jatuh tiga kali atau belum.

Ulama sepakat bahwa talak sah jika dijatuhkan oleh suami yang sah, baligh, berakal sehat dan atas kemauan sendiri. Mari kita urai setiap “talak” yang dijatuhkan oleh suami ibu:

  1. Talak pertama:” sebelum talak 2 pernah suami sy mau memulangkan sy ke orang tua karena sy ada masalah dengan Ibu mertua. Saya menganggap itu talak 1” .

Keinginan suami memulangkan ibu ke rumah  orang tua, masuk dalam kategori ucapan kinayah atau sindiran, sehingga memerlukan klarifikasi dari suami ibu, apakah dia dengan kalimat yang diucapkan itu ada niat mentalak atau tidak, bukan hanya sekedar anggapan ibu, bahwa itu telah jatuh talak satu. Jika dia berniat mentalak ibu, maka jatuh talaknya jika tidak maka belum jatuh talak.

  1. Talak kedua:” Akhir 2019 sy marah dan meminta cerai kpd suami. Dan suami menjawab ya sudah kita pisah”. Suami ibu mengabulkan permintaan cerai yang ibu minta kepadanya, maka otomatis telah jatuh talak.
  2. Talak tiga: “suami kalap sampai membanting hp, meninju tembok dan pintu sampai jebol. Suami mengatakan aku proses cerai, pulang lah ke rumah orang tua mu”. Talak seperti itu masuk dalam kategori talak dalam keadaan marah. Apakah sah talak seorang yang dalam kondisi marah?.

Marah itu ada tiga kondisi:

  1. Marah yang menghilangkan kesadaran,sehingga pelaku tidak sadar dengan apa yang dilakukan dan diucapkannya,tidak mampu mengendalikan emosinya. Maka talak seperti ini tidak sah. Barangkali talak ketiga masuk kategori ini. Dimana pelaku kalap dan melakukan tindakan yang tidak wajar seperti membanting HP,meninju tembok dan pintu dst. Rasulullah bersabda:

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

 ﻻَ ﻃَﻼَﻕَ ﻭَﻻَ ﻋِﺘَﺎﻕَ ﻓِﻲْ ﺇِﻏْﻼَﻕٍ

Tidak ada Talak dan membebaskan budak dalam keadaan (hati/akal) tertutup” (HR Abu Dawud, Ahmad,Ibnu Majah dan Hakim)

Ibnul Qayyim menjelaskan maksud hadits “tertutup akal” salah satu maknanya adalah ketika marah.

  1. Marah yang pelakunya masih memiliki kemampuan diri untuk mengendalikan emosinya,sehingga menyadari apa yang dilakukannya,maka talaknya sah.
  2. Marah yang pelakunya tidak kehilangan penuh kesadarannya, maka dia harus ditanya atau diklarifikasi niat dan maksud dari ucapannya. Jika dia menjawab berniat talak ,maka jatuh talak,jika berniat yang lain maka tidak jatuh talak. Wallahu alam (as)


-- Amin Syukroni, Lc